Berita Kabupaten Manggarai Barat

BREAKING NEWS: Serangan DBD di Manggarai Barat Meluas ke Watu Wangka Mbeliling

Warga berusaha sendiri dengan cara seadanya, termasuk menghantar korban yang sakit akibat diserang ke rumah sakit.

BREAKING NEWS: Serangan DBD di Manggarai Barat Meluas ke Watu Wangka Mbeliling
KUPANG/SERVATINUS MAMMILIANUS.
Fogging di Perumahan Satu Golo Koe, Blok C, Labuan Bajo, Rabu (5/12/2018). POS  

Laporan Reporter POS--KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus

POS--KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Serangan nyamuk DBD di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), saat ini semakin meluas.

Dalam tiga minggu terakhir, sebanyak 21 orang warga di Desa Watu Wangka, yaitu Kampung Rengkas, Dencang dan Meter, Kecamatan Mbeliling, diserang DBD.
Walaupun sudah belasan warga yang diserang, belum ada penanganan yang dilakukan oleh pemerintah, seperti fogging.

Warga berusaha sendiri dengan cara seadanya, termasuk menghantar korban yang sakit akibat diserang ke rumah sakit.

Sejumlah warga itu baru diketahui diserang DBD setelah dilakukan pemeriksaan darah oleh petugas medis.

Salah satu tokoh masyarakat Watu Wangka Petrus Mudin, menyampaikan bahwa warga sangat berharap agar pemerintah kabupaten segera melakukan penanganan agar serangan DBD di desa itu segera berakhir.

"Jumlah warga yang diserang oleh DBD di desa kami sebanyak 21 orang. Terdiri dari dewasa 4 orang dan sisanya 17 orang adalah anak-anak serta remaja," kata Petrus saat dihubungi POS--KUPANG.COM, Rabu (12/12/2018).

Disampaikannya, serangan sudah berlangsung dalam tiga minggu terakhir.
"Kami minta pemerintah kabupaten segera bantu kami untuk mengentikan serangan DBD," kata Petrus.

Tottenham Hotspurs Tahan Imbang Barcelona 1-1, Kedua Tim Lolos ke Babak 16 Besar Liga Champions

Terpisah Ketua PKB Mabar Sirilus Ladur, membenarkan hal itu.
"Ada dugaan bahwa salah satu warga yang meninggal dunia baru-baru ini di desa itu disebabkan oleh DBD.

Tetapi kami tidak bisa memastikannya karena saat tiba di rumah sakit ternyata sudah meninggal dunia sehingga tidak sempat periksa darah. Tetapi dugaannya karena DBD," kata Sirilus.

Pemerintah Kabupaten Mabar melalui Dinas Kesehatan kata dia, harus segera ke Desa Watu Wangka untuk melakukan fogging.
Sehari sebelumnya, Selasa (11/12/2018)

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mabar dr Imaculata Veronika Djelulut, menjelaskan fogging masih akan berlanjut.

"Saat ini kami sedang identifikasi lagi lokasi baru yang harus difogging. Dalam satu atau dua hari ke depan fogging dilakukan lagi," kata Imaculata.(*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved