Berita Kota Kupang Terkini

ASN di Kota Kupang Belum Tahu Mekanisme Laporkan Harta Kekayaan

Di Kota Kupang masih banyak persoalan-persoalan yang secara sadar atau tidak telah menyentuh dengan gratifikasi, apalagi pejabat negara.

ASN di Kota Kupang Belum Tahu Mekanisme Laporkan Harta Kekayaan
POS-KUPANG.COM/Yeni Rachmawati
Inspektorat Kota Kupang menggelar sosialisasi e-Gratifikasi dan Bimtek Laporan Harta Kekayaan Aparatur Sipil Negara (LHKASN) di Hotel Aston & convention Center Kupang, Rabu (12/12/2018). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Di Kota Kupang masih banyak persoalan-persoalan yang secara sadar atau tidak telah menyentuh dengan gratifikasi, apalagi pejabat negara.

Misalnya saja, orang memberikan cinderamata itu sudah termasuk gratifikasi. Sebab banyak hal yang kita tidak sadar apalagi berhadapan dengan kontraktor.

Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore, mengatakan hal ini pada Acara Sosialisasi E-Gratifikasi dan Bimtek Laporan Harta Kekayaan Aparatur Sipil Negara (LHKASN), Hotel Aston & Convention Center, Kupang, Rabu (12/12/2018).

Pedagang di Ende Mengeluh Harga Sayur Naik

Oleh karena itu, Jefri meminta agar pimpinan OPD, Direktur Perusahaan Daerah, Camat dan lurah, Kepala sekolah dan ketua LPM yang mengikuti kegiatan selama dua hari ini dapat mendengarkan dan mencermati dengan baik agar tisak terjadi persoalan di kemudian hari.

Diakuinya di lingkungan Pemerintah Kota masih kesulitan untuk membina para staf bahkan pimpinan OPD untuk membuat laporan kekayaan. Masih banyak yang belum membuat laporan harta kekayaan.

Warga Kobarosa di Mbay Diduga Terkena Penyakit Rabies

"Memang sampai saat ini baru 20 persen ASN yang melapor, sehingga perlu disosialisasikan agar pelaksanaannaya bisa berjalan lebih baik. Saya akan tegaskan, jika ASN yang tidak mematuhi aturan maka akan melakukan peringatan dan bila perlu kita langsung ganti orang," ujarnya.

Ia juga meminta kepada inspektorat agar Pemerintah diberikan tanggung jawab mengenai apa-apa yang harus dikerjakan dan diberikan target. Berapa lama laporannya harus selesai. Karena Pemerintah Kota tidak mau menunda-nunda laporan.

Oleh karena itu supaya bisa bekerja sama dengan baik dan sukses, maka laporan harta kekayaan penyelenggara negara harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh.

Jefri mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat sehingga perlu diikuti sampai selesai agar dapat memberikan dampak yang baik dalam pelaksanaan tugas dan wewenangnya.

"Kita ingin menata Kota Kupang secara baik, tetapi harus didukung oleh semua aparatur agar mampu menjalankan sistem pemerintahan yang baik sesuai dengan aturan yang berlaku. Terutama di kelurahan, agar pelaksanaan pelayanan di masyarakat bisa berjalan baik. Pemerintah Kota Kupang juga akan memberikan penghargaan kepada lurah-lurah yang berprestasi dan berhasil menata wilayahnya, pelayanannya dan kebersihan wilayahnya secara baik," tuturnya.

Jadi, nantinya, akan dinilai, jika lurah-lurah yang ada sudah terbukti bisa bekerja secara baik, mampu menjaga kebersihan, pelayanan dan lainnya, maka akan diberikan penghargaan mobil operasional.

"Kami rencananya akan mulai pada tahun 2019 mendatang, akan dinilai lurah mana yang baik maka akan diberikan mobil. kami siapkan lima mobil untuk lima lurah," katanya.

Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasai kepad lurah yang sungguh-sungguh bekerja dan melayani masyarakat.

Ketua panitia pelaksana kegiatan, Agustina Saudale mengatakan, tujuan kegiatan ini agar ASN juga mengetahui apa itu laporan harta kekayaan Aparatur sipil negara (LHKASN) dan tahu mekanisme, tata cara pengisian dan pelaporan harta kekayaan serta adanya kesadaran setiap unsur ASN untuk mau melaporkan harta kekayaan yang dimiliki sesuai mekanisme dan peraturan undang-undang yang berlaku melalui aplikasi gratifikasi online (GOL). (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved