Berita NTT Terkini

Peduli Para Janda! Pemuda Gereja Betesda-Tarus Lakukan Diakonia ke Rumah

-Pemuda Gereja Betesda, Tarus, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang sangat peduli terhadap nasib para janda. Upaya yang dilakukan adalah melaksan

Peduli Para Janda! Pemuda Gereja Betesda-Tarus Lakukan Diakonia ke Rumah
dokumen pemuda Betesda
Rumah janda Dian Salukh, Jemaat Gereja Betesda Tarus sesudah dibangun pemuda gereja dan sebelum dibangun. 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong

POS KUPANG.COM I TARUS----Pemuda Gereja Betesda, Tarus, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang sangat peduli terhadap nasib para janda. Upaya yang dilakukan adalah melaksanakan program Diakonia Rumah dengan membangun secara lengkap dari rumah induk, dapur termasuk kamar mandi/water closed milik janda Dian Solukh.

Ketua Pemuda Gereja Betesda Tarus, Marfin Liunale, kepada POS KUPANG.COM di Tarus, Selasa (11/12/2018) menjelaskan, kegiatan Diakonia Rumah ini merupakan program utama pemuda gereja.

Pelaksanaannya biasanya setiap dua tahun dikerjakan satu rumah bagi kaum janda. Sejauh ini dalam kurun waktu 6 tahun, Pemuda Gereja Betesda sudah membangun 3 rumah dan yang terkini milik janda Dian Solukh.

Menurutnya, rumah yang dibangun utuh dari fondasi sampai atap dan pemilik tinggal menerima kunci untuk menetap. Untuk rumah milik Dian Solukh, rumah besar ukuran 5x7 meter ditambah dapur ukuran 3x5 meter serta kamar mandi/WC ukuran 2 meter.

"Dananya berasal dari kas gereja sebesar Rp 5 juta lalu ditambah dari hasil mandiri para pemuda. Untuk tukang dicarikan pemuda dan dibayar. Proses pengerjaan rumah milik Dian Solukh kami buat sejak tanggal 10 Mei 2018 dan peresmian penggunaannya tanggal 29 Nopember lalu," katanya.

Culik Pelaku Perampokan di Sumba ! Bupati Sumba Barat Mendukung Gubernur NTT

Laka Lantas di Sumba Timur 2 Tewas ! Sopir Truk Menyerahkan Diri ke Satlantas Polres Sumba Timur

Ditambahkannya, sebelum dikerjakan biasanya majelis yang melakukan survei terlebih dahulu untuk mengetahui jemaat mana yang rumahnya tidak layak huni dan menyandang status janda. Setelah itu barulah pemuda secara gotong royong membangun rumah yang lebih layak huni tembok seluruhnya. (*)

 
 

Penulis: Edy Hayong
Editor: Ferry Ndoen
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved