Berita Kabupaten TTS Terkini

BREAKING NEWS: Dua Siswa SD di TTS Tewas Tenggelam

Dua orang siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten TTS tewas tenggelam dua hari terakhir.

BREAKING NEWS: Dua Siswa SD di TTS Tewas Tenggelam
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Alik Metkono sedang menangis sambil memeluk jenazah sang anak, Ito Selan yang tewas akibat tenggelam ke dalam lubang yang berisi air, Selasa ( 11/12/2018) pagi. 

POS-KUPANG.COM | SOE - Dua orang siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten TTS tewas tenggelam dua hari terakhir.

Aldi Tanono (6), bocah yang baru duduk di SD Inpres Lakat, tewas usai terjatuh ke dalam sumur seusia pulang sekolah pada, Senin (10/12/2018) pagi.

Korban kedua, Ito Selan (8) bocah kelas 2 SD SD GMIT Bakitba, Kesetnana tewas usai terjatuh ke dalam kubangan air sedalam sekitar 4 meter pada Selasa ( 11/12/2018) pagi. Nyawa Ito tak bisa diselamatkan walau sempat dibawa ke RSUD Soe.

BBPP Kupang Kembangkan Bibit Ikan Lele

Korban, Aldi Tanono terjatuh ke dalam sumur seusai pulang dari sekolah. Saat kejadian, Aldi sedang berjalan pulang bersama dua sahabatnya, Jordan Simeon Isu dan Yoyakim Adiputra Pinis.

Saat melintasi sumur yang berada di belakang sekolah SD Inpres Lakat, tiba-tiba, korban naik ke atas bibir sumur. Melihat kejadian tersebut, kedua sahabat korban sempat menegur korban agar tidak berdiri di atas bibir sumur. Naas, tak lama berselang korban tergelincir dan jatuh ke dalam sumur.

Hasil Penelitian PIKUL, Sebagian Besar Pekerja Muda di Kota Kupang dari Pedesaan di NTT

"Kami sudah tegur akan korban jangan berdiri di atas bibir sumur tetapi korban tidak ikut. Tidak lama berselang, korban tergelincir dan jatuh ke dalam sumur," ungkap Jordan.

Melihat korban terjatuh, Jordan dan Adiputra kaget dan langsung berteriak meminta pertolongan. Warga yang datang berusaha menolong korban dengan cara mengeluarkan korban dari dalam sumur yang memiliki ke dalaman kurang lebih 4 meter.

Namun sayang, takdir berhendak lain. Korban di keluar sudah dalam keadaan tak bernyawa.

Senasib dengan Aldi, Ito Selan, siswa SD Gmit Bakitba terpeleset dan jatuh ke dalam lubang sedalam kurang lebih 4 meter yang berisi air.

Korban yang baru pulang dari sekolah bermaksud hendak mencuci kaki di dalam lubang air tersebut, namun sayang, saat sedang mencuci kakinya, korban terjatuh lubang hingga tewas tenggelam.

"Dia (korban, red) jalan dengan dia punya teman-teman sepulang dari sekolah. Sampai di lubang air tersebut, korban mau cuci kaki, tetapi terpeleset dan jatuh ke lubang air. Teman-teman korban langsung panik dan teriak minta tolong sehingga warga datang dan berusaha menolong korban," kisah Ren Frans.

Salah seorang warga, Samuel Parera langsung melompat ke dalam lubang air dan menyelam hingga ke dasar guna mengeluarkan korban.

Namun sayang, korban dikeluarkan sudah dalam keadaan tak bernyawa. Ibu korban, Alik Metkono yang mengetahui anaknya tenggelam langsung berlari menuju TKP.

Setibanya di lokasi, korban sudah di keluarkan dari dalam lubang air. Dibantu warga lainnya, korban langsung dilarikan ke RSUD Soe tetapi nyawa korban tak bisa diselamatkan.

"Kami sudah coba bawa korban ke RSUD Soe dengan menggunakan sepeda motor, tetapi korban sudah terlanjur meninggal," ujar Olpi Kapnani, salah seorang saksi mata yang ikut membawa korban ke RSUD Soe. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved