Berita Kabupaten Sikka

Kadisnaker  Sikka  Pimpin Investigasi  AMP  PT  Waigete Abadi

Apakah perusahaan menerapkan K3, kita akan lihat kondisinya di lapangan. Memang kejadian ini mengerikan sekali

Kadisnaker  Sikka  Pimpin Investigasi  AMP  PT  Waigete Abadi
POS KUPANG/EUGENIUS MOA
Germanus Goleng, S.Sos. 

Laporan  Wartawan  Pos-kupang.com, Eginius Mo’a

POS-KUPANG.COM,MAUMERE---Kemat ian Damianus  Ola Lewar (18) digilas  Aspal Mixing Plan (AMP) PT  Waigete Abadi, Sabtu  (8/12/2018) sekitar  pukul 07.10 Wita mendapat  perhatian serius pemerintah. 

Hari  Senin  (10/12/2018)  pagi  Kepala Dinas  Tenaga Kerja dan Transmigrasi  Kabupaten  Sikka, Germanus  Goleng,  memimpin tim  melakukan investigasi ke   tempat kejadian   (TKP)  AMP  milik  PT Wiagete Abadi di Mageramut,  Desa  Egon, Kecamatan  Waigete,  26 Km arah  timur  Kota Maumere, Pulau  Flores,Propinsi NTT.

“Kami  sudah meluncur ke lokasi AMP. Saya memimpin tim ini bersama Kabid   Pengawasan Ketenagakerjaan,  Hasan Kadir,  dan seorang kepala seksi,” ujar Germanus kepada  POS-KUPANG.COM,  Senin (10/12/2018)  di Maumere.

Ia mengatakan pemeriksaan   TKP difokuskan terhadap  penerapan standar   keselamatan dan kesehatan  kerja.  

Menurut UU NO 1 THN 1970 tentang  Keselamatan Kerja pasal 10 ayat, menyatakan pengurus diwajibkan menunjukkan dan menjelaskan kepada setiap tenaga kerja baru   tentang  kondisi dan bahaya yang dapat timbul dalam tempat kerja. Semua pengamanan dan alat-alat perlindungan yang diharuskan dalam tempat kerja.  Alat-alat perlindungan dibagi ke tenaga kerja.   Cara dan sikap yang aman dalam melaksanakan pekerjaan.

Bersama Media ! Kepala SMPN 5 Langke Rembong Ingin Majukan Sekolah

405 Peserta Siap Ikut Tes CPNS Tahap II

“Apakah  perusahaan menerapkan  K3, kita akan  lihat kondisinya di lapangan. Memang  kejadian  ini  mengerikan sekali,” ujar  mantan  Camat Waigete.

Terkait dengan kecelakaan kerja,  jelas   Germanus,  tanggung jawab perusahaan sesuai UU No. 3 Tahun 1993 tentang Jaminan  Sosial Tenaga Kerja pasal 10 ayat 1  menyatakan  pengusaha wajib melaporkan kecelakaan kerja kepada  kantor  Depnaker/Naker dan badan penyelenggara BPJS  Ketenagakerjaan dalam waktu tidak  lebih dari dua kali 24 jam.

Ayat 2   menyatakan,  pengusaha wajib melaporkan ke Naker dalam waktu  dua  kali 24 jam setelah tenaga kerja tertimpa kecelakaan kerja oleh dokter yang merawatnya dinyatakan sembuh, cacat, atau meninggal dunia.  Sedangkan ayat  3  menyatakan pengusaha wajib mengurus hak-hak tenaga kerja yang tertimpa kecelakaan kerja kepada badan penyelenggara sampai memperoleh hak-haknya.

Ketentuan  lainya, pasal 19 ayat 2 dalam hal perusahaan belum ikutsertakan tenaga kerja dalam pro gram jaminan sosial tenaga kerja, maka pengusaha wajib memberikan jaminan kecelakaan kerja kepada tenaga kerja atau alih waris sesuai dengan UU ini. *)

 
 

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved