Berita NTT Terkini

PP Pemuda Katolik Akan Surati Mahkamah Konstitusi Terkait Pemilu 2019 Berdekatan Semana Santa

Ada satu rekomendasi kongres yang harus ditindaklanjuti yaitu surat dari kami Komda NTT untuk meminta kami menyurati Mahkamah Konstitusi (MK) berkaita

PP Pemuda Katolik Akan Surati Mahkamah Konstitusi Terkait Pemilu 2019 Berdekatan Semana Santa
Pos Kupang.com/Gecio Viana
Ketua Umum PP Pemuda Katolik, dr. Karolin Margret Natasa saat berfoto bersama seusai Kongres Nasional XVII Pemuda Katolik di Swiss-Belinn hotel Kota Kupang, NTT, Minggu (9/12/2018) dinihari. 

Ia menjelaskan, rekomendasi dari komisi internal kongres tetap mengedepankan konsolidasi organisasi dan terus merevisi pola kaderisasi Pemuda Katolik agar sesuai dengan konteks kekinian

Terkait rekomendasi eksternal, kata Karolin, Pemuda Katolik akan memberikan perhatian lebih terkait dengan kondisi kebangsaan, pluralisme, keberagaman, isu-isu yang berkaitan dengan Prolegnas.

"Ke depan karena legislasi juga menjadi perhatian kita dan menurut rekomendasi kongres Pemuda Katolik harus bisa memberikan sumbangan pemikiran dalam pembahasan undang-undang ke depan, bukan hanya satu dua undang-undang dalam waktu dekat ini tapi secara kontinyu," ucapnya.

Ia menjelaskan, dalam kongres kali ini juga disampaikan isu-isu terkait lingkungan, isu lokal dan isu HAM di Papua dan isu-isu tersebut akan dirumuskan dalam program kerja tiga tahun ke depan dalam kepemimpinannya.

"Dalam kepengurusan organisasi sebelumnya kami masih berkutat dalam konsolidasi organisasi akan tetapi mencermati dialog yang terjadi dalam kongres kali ini kami melihat banyak persoalan-persoalan lokal di daerah yang kalau dibiarkan akan berpotensi mengganggu keberagaman dan persatuan bangsa dan menjadi problem yang dihadapi langsung oleh rakyat," katanya.

"Sehingga kami sebagai pengurus pusat akan memilah mana isu-isu lokal yang akan kita advokasi dari pengurus pusat," tambahnya.

Saat ditanya terkait kepercayaan forum kongres kepada dirinya untuk memimpin PP Pemuda Katolik, Bupati Landak Provinsi Kalimantan Barat ini mengaku menyerahkan semua kepada Tuhan.

"Saya tadi tidak lobi siapa-siapa, saya datang di kamar dan makan di kamar karena saya tidak ingin memaksa siapa-siapa. Saya menyerahkan ini semua dan kalau boleh saya bilang berbagi perasaan saya cuma bisa bilang, saya menyerahkan ini kepada Tuhan saja. Saya bilang kalau mereka ingin pilih saya silahkan, kalau tidak mau juga tidak apa-apa dan ada yang lebih baik pun baik juga. Saya pasrahkan semua kepada teman-teman jadi biarkan mereka berproses sendiri," ungkapnya.

Ia menjelaskan, proses dirinya menjadi Ketua Umum PP Pemuda Katolik terpilih merupakan proses yang terjadi berdasarkan demokrasi.

"Jadi kalau dibilang aklamasi settingan nggak juga sih, tadi Lampung (Komda Bandar Lampung) saja ngeluh, dia mau cari saya, maju nggak ibu? Tapi saya ngilang terus. Karena itu, saya sedang berpasrah dan membiarkan proses berlangsung secara alami, apa adanya, tidak dibuat-buat dan saya ingin tahu teman-teman maunya seperti apa dan saya menghormati keputusan apapun," katanya. (*)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved