Berita Regional Terkini

Kesaksian Korban tentang Pembantaian Nduga Bikin Bulu Badan Merinding, Baca Kisahnya

Kesaksian korban tentang pembantaian oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) Nduga bikin bulu badan merinding, baca kisahnya

Kesaksian Korban tentang Pembantaian Nduga Bikin Bulu Badan Merinding, Baca Kisahnya
KOMPAS.com/ANTARA FOTO/Iwan Adisaputra
Prajurit TNI bersiap menaiki helikopter menuju Nduga di Wamena, Papua, Rabu (5/12/2018). 

Kesaksian korban tentang pembantaian oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) Nduga bikin bulu badan merinding, baca kisahnya

POS-KUPANG.COM | SAMARINDA - Masa-masa menegangkan itu sudah lewat. Meski demikian, masih kental di ingatan Simon Tandi saat berusaha menyelamatkan diri dari kejaran kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Bukit Kabo, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

Biaya kuliah anak adalah alasan Simon yang merupakan warga Jahab, Tenggarong, bekerja di PT Istaka Karya di Nduga, Papua.

Saat dihubungi melalui ponsel pada Sabtu (8/12/2018), Simon bercerita, karena mukjizat Tuhan hingga hari ini dia masih hidup.

Pimpinan KPK Heran dengan Praktik Permintaan Uang Pokir di Legislatif

"Saya sungguh menyaksikan mukjizat Tuhan, saya masih hidup saat ini. Ketika mereka membantai teman-teman saya, saya hampir menyusul mereka. Beruntung, melalui warga setempat, Tuhan menyelamatkan saya," kata Simon.

Kejadian itu dimulai pada Sabtu (1/12/2018), ketika Simon bersama satu rekan lainnya, Joni Pariangan, pergi ibadah Natal di Gereja Protestan Nduga.

Ini Tanggapan Kadis Pariwisata NTT Soal Hasil Lomba Blog

Gereja ini adalah tempat rutin yang selalu Simon datangi, lokasinya tak jauh dari camp tempat mereka tinggal.

"Saya sering ke sana untuk berdoa dan ibadah. Apalagi ada ibadah Natal, maka saya tidak akan menyia-nyiakan waktu untuk pergi ke gereja," kata Simon.

Tidak disangka, kegiatan ibadah Sabtu itu menyelamatkan Simon. Ketika dia kembali ke camp, dia melihat kondisinya sudah berantakan. Semua tas berisi pakaian berhamburan dan makanan berserakan di tanah.

Ke-29 temannya juga tidak ada. Simon dan Joni lantas bertanya pada warga sekitar. Simon kaget, mendengar puluhan temannya dibawa ke Puncak Kabo dan diikat seperti tahanan perang.

Halaman
123
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved