Berita Nasional Terkini

Jokowi Bilang Kaesang Bisa Nyapres di 2024, Gibran Sampaikan Ini Kepada Ayahnya

Presiden Joko Widodo menyebut putra bungsunya, Kaesang Pangarep, bisa saja menjadi calon presiden pada 2024.

Jokowi Bilang Kaesang Bisa Nyapres di 2024, Gibran Sampaikan Ini Kepada Ayahnya
KOMPAS.com/Ihsanuddin
Presiden Joko Widodo dan keluarga, Sabtu (8/11/2018) pagi menggelar bincang-bincang dengan wartawan di Cafe Green Garden, Kebun Raya Bogor. 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyebut putra bungsunya, Kaesang Pangarep, bisa saja menjadi calon presiden pada 2024. Mendengar itu, kakak Kaesang, Gibran Rakabuming Raka, langsung protes.

Momen tersebut terjadi saat Jokowi dan keluarganya berbincang santai dengan wartawan di Green Garden Cafe, Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/12/2018).

Jokowi mengatakan, ia tidak pernah melarang anaknya untuk terjun ke dunia politik. "Saya enggak pernah (larang). Saya sejak kecil, mereka saya berikan kebebasan untuk menentukan pilihan kemana, betul-betul saya bebaskan," kata Jokowi.

Dua Pelaku Judi Kartu Remi Ditangkap Saat Operasi Pekat di Manggarai

Namun, kebebasan yang diberikan itu, lanjut Jokowi, harus sesuai dengan prinsip-prinsip yang dia terapkan. Jokowi lalu bercanda bisa saja Kaesang jadi capres 2024.

"Misalnya tahu-tahu Kaesang mau mencalonkan diri sebagai presiden di 2024, ya nggak ngerti juga saya," kata Jokowi sambil tertawa kecil.

200 Peserta Ikut SKB Hari Kedua di TTS

Pernyataan Jokowi itu langsung diprotes putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka. Gibran menilai tak tepat jika Kaesang yang belum punya pengalaman di politik dan pemerintahan langsung menjadi calon presiden.

"Jangan seperti itu, harus mulai dari bawah dulu. Dari bupati, wali kota, gubernur, baru. Jadi ada jenjang kariernya," kata dia.

"Jadi yang namanya transisi dari pengusaha ke politikus itu kan ada masa transisinya. Makanya harus mulai dari yang paling bawah dulu. Jangan langsung yang paling atas," tambahnya.
Jokowi lantas kembali menimpali. Ia sependapat dengan pernyataan Gibran. Jokowi mengatakan, untuk bisa sampai menjadi presiden RI, dia harus melakukan transisi besar.

"Waktu saya masuk dari pengusaha ke wali kota, itu saya harus benar-benar belajar dulu. Sebab cara kerjanya beda, cara memerintahnya juga beda. Jadi jangan merasa pandai berbisnis, cara di pemerintah beda sekali," kata mantan Wali Kota Solo dua periode dan mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

"Saya setuju sekali dengan Girban, jadi harus memiliki sebuah jenjang penguasaan dari kecil, sedang, hingga besar," tambahnya. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved