Berita Kota Kupang

Anda Wajib Tahu! Angka Prevelensi Sakit Jantung Tinggi, NTT Butuh Dokter Jantung

Provinsi NTT menduduki peringkat pertama dalam hal angka prevelensi jantung yang mencapai prosentasi 4,4,

Anda Wajib Tahu!  Angka Prevelensi Sakit Jantung Tinggi, NTT Butuh Dokter Jantung
POS KUPANG/RYAN NONG
dr Emile T.H Parapat mempresentasikan tentang Unit Kateterisasi Jantung di Lantai 3 RS Siloam Kupang pada Jumad (7/12/2018) siang. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Angka prevelensi sakit jantung yang tergolong tinggi di Provinsi NTT berdasarkan hasil riset kesehatan dasar Kementerian Kesehatan RI memantik berbagai daya dan upaya elemen masyarakat untuk terlibat dalam menekan persoalan tersebut.

Berdasarkan hasil Riskesda tahun 2013, Provinsi NTT menduduki peringkat pertama dalam hal angka prevelensi jantung yang mencapai prosentasi 4,4, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan angka nasional pada angka 1,5.

Dalam rilis Riskesda tahun 2018, angka tersebut memang mengalami penurunan namun masih tetap tinggi karena masih berada pada angka 3,3 persen.

Hal ini diungkapkan dr Leonora J Tiluata SpJp, spesialis Jantung yang bertugas di RS Siloam dan RSUD Prof Johannis Kupang kepada wartawan saat Seminar Kesehatan Jantung dan Pembukaan Kateterisasi Jantung di RS Siloam Kupang pada Sabtu (8/12/2018).

Dr Leonora yang saat itu bersama dengan dr Emile TH Papat SpJP dan Dr Lowry Junita memberikan seminar kesehatan jantung kepada para wartawan mengungkapkan pihaknya mencatat tingkat resiko serangan jantung di NTT cukup tinggi berkaca pada pengalaman bahwa hampir dalam setiap minggu ada saja orang yang terkena serangan jamtung, bahkan kini dengan margin usia yang relatif muda.

dr Leonora J Tiluata SpJp, menjawab pertanyaan wartawan saat sesi diskusi Seminar Kesehatan Jantung dan Pembukaan Unit Kateterisasi Jantung RS Siloam pada Sabtu (8/12/2018) siang.
dr Leonora J Tiluata SpJp, menjawab pertanyaan wartawan saat sesi diskusi Seminar Kesehatan Jantung dan Pembukaan Unit Kateterisasi Jantung RS Siloam pada Sabtu (8/12/2018) siang. (POS KUPANG/RYAN NONG)

"Hampir tiap minggu kita dapat pasien serangan jantung, apalagi saat malam mingggu. Dan yang paling mencengangkan rata rata penderita serangan jantung usianya makin muda yakni 30an tahun," paparnya.

Kondisi ini, tentu membutuhkan kerja ekstra dimana penyakit jantung merupakan penyakit yang tingkat kematiannya ditentukan juga oleh kecepatan penanganan yang dilakukan.

"Jadi kita ini (dokter jantung) bisa stand bye selama 24 jam, menerima panggilan telepon karena penanganan penyakit jantung harus cepat dan segera," lanjutnya.

Notaris di NTT Siap Berikan Pelayanan Online

Sang Ibu Yoneta Koko Ratapi Peti Jenazah Putra Tunggalnya Emanuel Bano

Namun saat ini, lanjutnya, Provinsi NTT hanya memiliki tujuh dokter jantung yang bertugas di tiga kabupaten yakni seorang di Kabupaten Manggarai (Ruteng), seorang di Kabupaten Alor (Kalabahi), serta sisanya di Kota Kupang yakni di RS Siloam, RSUD Prof Johannis, RS Bhayangkara dan RS Carolus Boromeus Belo.

"Kita (NTT) kekurangan dokter jantung. Kita sangat butuh minimal tiap kabupaten terisi, karena jantung berhubungan dengan waktu, kalau kurang sedikit (lambat) penangananya, pasien bisa saja fatal," jelasnya.

Halaman
123
Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved