Berita Kota Kupang

Chat Lab Mencegah Kematian dan Hospitalisasi Pasien Jantung

memberikan pelayanan terbaik dengan kualitas maksimal kepada para pasien penyakit jantung baik di Kupang secara khusus

Chat Lab Mencegah Kematian dan Hospitalisasi Pasien Jantung
POS KUPANG/RYAN NONG
dr Emile T.H Parapat mempresentasikan tentang Unit Kateterisasi Jantung di Lantai 3 RS Siloam Kupang pada Jumad (7/12/2018) siang. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Rumah Sakit Siloam Kupang membuka Unit Kateterisasi Jantung bagi pasien penyakit jantung di wilayah Kota Kupang dan Provinsi NTT. Pembukaan unit katerisasi jantung ini merupakan unit Katerisasi pertama untuk penyakit jantung di Provinsi NTT.

Manejer Operasional Rumah Sakit Siloam dr Andersen S Soeharto menjelaskan kehadiran Chat Lab yang diadakan oleh RS Siloam Kupang ini bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik dengan kualitas maksimal kepada para pasien penyakit jantung baik di Kupang secara khusus maupun di NTT secara umum.

"Kami hadir di NTT membawa Chat Lab untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, dan harapan kami, kehadiran Chat Lab di ota Kupang dan NTT bisa menjadi berkat dan bisa menolong masyarakat baik secara preventif maupun dengan tindakan langsung," ujar dokter Andersen.

Pengadaan Chat Lab juga merupakan usaha untuk memotong mata rantai yang terjadi dimana selama ini para penderita sakit jantung harus dirujuk ke rumah sakit rumah sakit di pulau Bali atau Jawa.

Dr Leonora J Tiwata menjelaskan pihaknya mendukung RS Siloam untuk menyiapkan Chat Lab karena pengobatan jantung saat ini berkembang menuju penggunaan kateterisasi. Dokter yang telah sebelas tahun berprofesi sebagai ahli jantung ini menjelaskan bahwa kateterisasi merupakan pilihan utama dan terakhir yang dapat menanggulangi penyakit jantung koroner.

BREAKING NEWS: Kadis PU Kabupaten TTS dan Anggota DPRD NTT Tersangka Kasus Korupsi Embung Mnela Lete

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat: Kalau Demo Bikin Rusak, Saya Lipat !

Sekretaris BKKPD kota Kupang, Poulce Amalo : Menilai Perencanaan Mutasi Tidak Matang

"Sampai saat ini, pengobatan terakhir akan menuju kepada kateterisasi. Memang dijelaskan kita bisa dengan obat penghancur, namun jika menggunakan penghancur setelahnya kita harus masuk juga ke lab untuk melihat hasilnya, masihkan ada sisa penyumbatan yang dialami," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kateterisasi merupakan pilihan terapi yang paling baik saat ini untuk pengobatan penyakit jantung selain dapat juga menghindari pembengkakan biaya karena rujuk ke luar wilayah NTT.

"Sekarang untuk pengobatan penyakit jantung koroner ini pilihannya, apalagi kita lihat sekarang di NTT dengan tingkat ekonomi rendah dan harus rujuk terus dengan biaya besar maka ini dapat menjadi solusi," ujarnya.

Penyakit jantung, lanjutnya merupakan penyakit paling heboh dan paling sering menyita perhatian dengan penderita terbanyak adalah penyakit jantung koroner yang mengalami penyumbatan ataupun penyempitan pembuluh darah koroner. Dan berdasarkan catatannya, hampir setiap minggu pasti ada yang kena serangan jantung, apalagi saat malam minggu.

Sehingga lanjutnya, kateterisasi inilah yang menjadi pilihan dalam membantu masyarakat.

Polres TTU Belum Mengetahui Informasi Mengenai Emanuel, Korban KKB Papua

Halaman
12
Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved