Berita Kabupaten Sikka

Ini Baru Milenial, Ujian Semester di SMPK Frater Maumere Pakai Android

sempat muncul pro dan kontra di kalangan orangtua ketika ia menyampaikan rencana ujian semester menggunakan H

Ini Baru  Milenial, Ujian  Semester di SMPK Frater Maumere  Pakai  Android
POS KUPANG/EUGINIUS MO'A
Kepala SMPK Frater Maumere di Pulau Flores, Propinsi NTT, Frater M.Herman Yosef, BHK, S.Pd memantau ujian semester, Rabu (5/12/2018). 

POS-KUPANG.COM|MAUMERE---Inova si  yang hebat dilakukan  oleh  tim  guru  di  SMP Katolik Frater  Maumere di Pulau   Flores, Propinsi  Nusa Tenggara  Timur    (NTT).

Kebanyakan sekolah  masih melaksanakan  ujian sekolah menggunakan  kertas, sebanyak 1.142  pelajar di SMPK Frater  mengerjakan soal  menggunakan  handphone   android.  Penggunaan  HP  android  mengerjakan soal ujian, yang kedua kalinya setelah semester  genap  tahun  ajaran  lalu.  

“Sejak  hari pertama  ujian  Senin  (3/12/2018) seluruh  siswa  bawa  HP ke  sekolah.  Sudah   tiga hari  ujian berlangsung  lancar,” kata  Kepala   SMPK Frater Maumere, Frater M. Herman  Yosef, BHK, S.Pd, kepada POS-KUPANG.COM,  Rabu   (5/12/2018) di Maumere.

Seleksi Calon Direksi Bank NTT Sulit Dituntaskan Tahun Ini

Gubernur NTT Minta Kapolda Jangan Tangkap Warga Yang Produksi Sopi

Frater  Herman,  mengakui  sempat muncul  pro dan kontra  di kalangan orangtua ketika   ia  menyampaikan rencana  ujian semester menggunakan  HP. Mereka  mengkhawatirkan  anak-anaknya  menyalahgunakan  HP  untuk   kebutuhan.  

Dijelaskan   tentang teknis   penggunaan  HP untuk  ujian, mereka  memahaminya. Ketika   pelajar telah  mengakses  aplikasi   ujian,  tidak  bisa digunakan lagi  untuk  kepentingan yang lain.

“Kalau   dia   mau  keluar  dari aplikasi  sama dengan  tidak  mau  lulus  ujian. Sampai hari ketiga ujian berlangsung lancar,” ujar  Frater  Herman.

Ujian semester berlangsung  dua sesi. Sesi pertama  pukul  07.15  Wita-11.45  Wita.  Sedangkan sesi  dua pada pukul  11.45-14.45  Wita.  Peserta  sesi pagi dan sore   bergantian  waktu   setelah  tiga hari  ujian dilangsungkannya,  bisa merasakan  suasana  ujian  sesi  pagi dan sesi  sore.

Untuk mendukung kelancaran ujian,  demikian  Frater Herman,  setiap uang  diisi   25 pelajar dengan satu  Wifi dan empat  ruangan didukung satu  server.

“Kami siapkan  enam  unit  server dan satu  unit sebagai  cadangan.  Pelajar  yang tidak memiliki  HP  android sekitar  90-an  orang  menggunakan  komputer di  laboratorium komputer,” kata Frater  Herman.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Euginius Mo’a)

   

 

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Rosalina Woso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved