Berita Kabupaten Kupang

Di Kabupaten Kupang! Warga Tolak Hasil Pilkades Serentak di Desa Oesao

Pemilihan kepala desa (pilkades) serentak tanggal 22 November 2018 lalu melahirkan penolakan hasil pemilihan

Di Kabupaten Kupang! Warga Tolak Hasil Pilkades Serentak di Desa Oesao
pos kupang.com/edy hayong
Calon Kepala Desa Oesao, Andri Yermi Manafe (kanan). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong

POS KUPANG.COM I OELAMASI---Pemilihan kepala desa (pilkades) serentak tanggal 22 November 2018 lalu melahirkan penolakan hasil pemilihan.

Pasalnya, panitia diduga tidak profesional dalam melaksanakan tugasnya dan kondisi ini terjadi di Desa Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang.

Salah satu calon kades, Andri Yermi Manafe menolak menandatangani berita acara pemilihan termasuk mengadukan persoalan ini dengan mengirim surat protes sebanyak tiga kali  kepada panitia pemilihan. 

Akhir Tahun 2018! Jalan Perbatasan Sabuk Merah Sektor Timur di Pulau Timor Terhubung

Dalam surat pernyataan sikap Warga  Desa Oesao yang ditujukan  kepada pemerintah Kabuaten Kupang, dan diterima POS KUPANG.COM, Rabu (5/11/2018) disebutkan  beberapa hal yang imbasnya pada tidak ditadatanganinya berita acara hasil perhitungan suara oleh Andri Yermi Manafe kandidat calon kepala desa setempat.

KPU NTT Serahkan APK kepada Peserta Pemilu 2019

Pernyataan sikap masyarakat Oesao yakni, Pertama : Panitia pemilihan kepala desa tidak pernah melakukan sosialisasi tentang mekanisme pencoblosan sehingga banyak surat suara yang terbakar.

Kedua : Harusnya pemenang pilkades Oesao adalah kandidat nomor urut satu yaitu A. Y Manafe namun kemudian dirugikan oleh panitia karena sejumlah 149 surat suara dinyatakan tidak sah.

Menurut kandidat nomor 1 surat suara itu sah sebab lubang coblos tidak mengenai kandidat nomor 2 atau mengenai pada bagian yang kosong yang tidak merugikan kandidat manapun namun oleh panitian dinyatakan tidak sah.

Ketiga,terdapat pemilih yang mencoblos lebih dari satu kali atas nama pemilih berinisial NB atas kesepakatan sepihak dari panitia tanpa konfirmasi dari kandidat nomor urut 1 dan saksi kandidat, namun kemudian NB diberikan kesempatan mencoblos dua kali dan diberi dua surat suara.

Keempat : Saat penjaringan ditingkat dusun masing - masing, semua pemilih  diberikan kesempatan namun saat pemilihan justru terdapat beberapa masyarakat yang tidak memperoleh surat undangan untuk memberikan suaranya.

Halaman
12
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved