Berita NTT Terkini

Breaking News: Polda NTT Hentikan Penyelidikan Kasus 4 Kontainer Kayu Sonokeling dari Kupang dan TTS

Polda) Nusa Tenggara Timur telah menghentikan penyelidikan atas kasus empat kontainer kayu sonokeling yang sempat mereka amankan di tiga tempat berbed

Breaking News: Polda NTT Hentikan Penyelidikan Kasus 4 Kontainer Kayu Sonokeling dari Kupang dan TTS
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Direktur Reserse Kiminal Khusus Polda NTT, AKBP Hery Tri Maryadi SH MH Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Jules Abraham Abast SIK dan Kabid Teknis BBKSDA (Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam ) NTT, MHD. Zaidi, S.Hut saat memberikan keterangan pers kepada awak media di Mapolda NTT pada Senin (3/12/2018) petang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pihak Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur telah menghentikan penyelidikan atas kasus empat kontainer kayu sonokeling yang sempat mereka amankan di tiga tempat berbeda pada Oktober 2018 lalu.

Penghentian proses penyelidikan ini terjadi usai dilakukan gelar perkara atas kasus yang menyeret nama dua perusahaan kayu yang beroperasi di wilayah NTT, CV Inrichi dan CV Fortuna 17.

Hal ini disampaikan Direktur Reserse Kiminal Khusus Polda NTT, AKBP Hery Tri Maryadi SH MH saat memberikan keterangan pers kepada awak media di Mapolda NTT pada Senin (3/12/2018) petang.

Ini Kronologi Dugaan Ajakan Pengaturan Skor! Dibeberkan Pelatih PSN Ngada

Enam Calon Sekda Manggarai Timur Lolos Seleksi Administrasi! Siapa Mereka?

AKBP Hery yang saat itu didampingi oleh Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Jules Abraham Abast SIK dan Kabid Teknis BBKSDA (Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam ) NTT, MHD. Zaidi, S.Hut, mènjelaskan bedasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan, pihaknya menyimpulkan bahwa kasus ini tidak dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan karena bukan merupakan tindakan pidana.

"Sesuai hasil pemeriksaan terhadap saksi dan pemeriksaan ahli yang dikaitkan dengan dokumen penyertaan kayu maupun barang berupa kayu sonokeling yang diamankan petugas, berdasarkan Kepmen RI 447/KPTS-2/2003 maupun berdasarkan Undang Undang nomor 18 tahun 2013, maka penyidik berkesimpulan bahwa kegiatan peredaran atau pengangkutan kayu yang dilakukan oleh CV Inrichi maupun CV Fortuna 17 sudah sesuai dengan ketentuan dan bukan merupakan tindak pidana sehingga tidak dapat ditingkatkan ke penyidikan," ujar Hery.

Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan tim Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda NTT, lanjut Hery, 67,53 m3 kayu sonokeling yang diamankan Polda NTT itu bukan merupakan hasil pidana pembalakan liar dan bukan merupakan kayu ilegal. Namun, kayu tersebut merupakan kayu legal yang diperoleh perusahaan dari masyarakat di luar wilayah hutan negara sesuai dengan rekomendasi BKSDA NTT.

"Gelar perkara sudah kita lakukan, saat itu kita mengundang satker Polda baik bidkum, dan bidpropam untuk mendapat masukan dan saran terkait penyelidikan dengan menyajikan fakta dan saksi ahli dari Kementerian Lingkungan Hidup RI," tambanhya.

Hery menjelaskan, asal muasal kayu tersebut ditawarkan oleh petani kepada perusahaan sebagai pemodal, sehingga dari CV Inrichi sebagai pemodal lalu mengutus orangnya untuk menerima kayu yang ditawarkan petani. Ia juga mengatakan, CV Inrichi juga telah mengikuti prosedur, karena sebelumnya telah mengundang BKSDA untuk melakukan pengecekan atas kayu tersebut.

Selanjutnya lanjut Hery, polisi telah memeriksa kedua perusahaan tersebut, terkait ijin peredaran dalam negerinya, surat keterangan asal usul kayu, ijin kepemilikan lahan dan kepemilikan kayu, pembayaran PBNB serta berita acara fisik dan lacak balak yang telah dipenuhi pemilik perusahaan.

Halaman
12
Penulis: Ryan Nong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved