Berita NTT Terkini

Revolusi Hijau Kelor di Nusa Tenggara Timur

Dinas Pertanian NTT berkomitmen menjadikan kelor sebagai komoditi unggulan lokal dalam mengatasi masalah gizi (malnutrisi) dan stunting.

POS-KUPANG.COM/Servatinus Mammilianus
Penyerahan bibit kelor kepada Bupati Manggarai Barat, Bupati Manggarai dan Plt Bupati Manggarai Timur (tak kelihatan di gambar), di Labuan Bajo, Jumat (30/11/2018). 

Pembibitan   tersebut   dilakukan  secara  generatif atau penanaman biji.  Secara  teknis  metode pembibitan  menggunakan  biji  memiliki  keunggulan  tersendiri dimana tanaman tersebut  lebih tahan terhadap gangguan  hama  penyakit dan pengakaran tanaman lebih sempurna, sehingga akan lebih kokoh.

Spesifikasi benih atau biji yang dipilih  berasal dari  tanaman kelor yang  yang  telah tua atau tidak terlalu muda. Warna bjinya  coklat bersih dan  tidak keriput atau rusak.  Benih kelor direndam dalam air selama 1 jam untuk selanjutnya disemaikan dalam polybag.  Perlakuan  penyiraman  sejak penumbuhan  tunas pertama, semakin merangsang penyesuaian tanaman kelor cepat tumbuh. 

Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT ini menegaskan, langkah percepatan memasyarakatkan kelor terus digalakkan  melalui kapasitas penyuluh pertanian  PNS  sebanyak 1.167 orang dan  penyuluh THL‑TB sebanyak   618  orang  di 22 kabupten/kota Se‑NTT. Langkah  ini dimulai dari penyiapan lahan, penyediaan  benih berkualitas,  teknik  pembibitan,  penanaman biji,  perawatan,  penanggulangan hama dan penyakit,  pemanenan dan pasca  panen. Mendukung peningkatan sarana produksi kelor, Dinas Pertanian  Provinsi NTT telah mengalokasikan peralatan dan mesin pertanian  sebanyak 5 unit untuk Kabupaten Kupang  dan Malaka.

Sementara  untuk  pembudidayaan  kelor organik, teknis pelaksanaannya, kata Yohanes Tay, Dinas Pertanian Provinsi NTT mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian RI Nomor 64/Permentan/OT 140/5/2013 tentang sistem pertanian organik.

Untuk melancarkan pengembangannya akan dibentuk tim teknis  pengembangan kelor organik serta  tahapan kegiatannya sesuai permentan.

Langkah percepatan pengembangan kelor, Dinas Pertanian NTT   telah menyiapkan Pedoman Umum Gerakan Pengembangan Kelor di Provinsi NTT dan  Pedoman  Teknis (Juknis) dan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Pengembangan kelor  untuk disampaikan kepada Dinas Pertanian Kabupaten/Kota dan para penyuluh pertanian yang bergerak di lapangan.

Selain itu dalam bentuk liflet/brosur  teknis pembudayaan kelor untuk dibagikan kepada masyarakat. Disamping itu melalui Website distan.nnprov.go.id  sebagai salah satu media mensosialisasikan  dan menginformasikan pengembangan kelor  dan  pembangunan pertanian di NTT.

Sejalan dengan kegiatan  pengembangan kelor,  perhatian Pemerintah Provinsi melalui Distan  Provinsi NTT telah mengalokasikan dana APBD perubahan 2018  untuk penyusunan roadmap, pelatihan petani sebanyak  100 orang yang direkrut  dari 10 kabupaten yaitu Kupang, TTS, TTU, Belu, Malaka, Flotim, Lembata, Alor, Sumba Timur dan Sumba Barat Daya, yang akan dialokasikan pengembangan kelor. Pembiayaan  demplot usaha tani kelor dan bantuan benih kelor untuk pola tanam Alley Cropping dan penyediaan cadangan benih bagi kabupaten dan  permintaan masyarakat  yang membutuhkan kelor.

Rakor Pengembangan Kawasan  Kelor

Dalam mensukseskan program kegiatan tersebut, Dinas Pertanian Provinsi  NTT menyelenggarakan Rapat Koordinasi  Pengembangan Kawasan  Kelor yang berlangsung selama 2 (dua)  hari pada tanggal 22‑23 November 2018 bertempat di Sylvia Hotel.

Halaman
1234
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved