Berita NTT Terkini

Revolusi Hijau Kelor di Nusa Tenggara Timur

Dinas Pertanian NTT berkomitmen menjadikan kelor sebagai komoditi unggulan lokal dalam mengatasi masalah gizi (malnutrisi) dan stunting.

Revolusi Hijau Kelor di Nusa Tenggara Timur
POS-KUPANG.COM/Servatinus Mammilianus
Penyerahan bibit kelor kepada Bupati Manggarai Barat, Bupati Manggarai dan Plt Bupati Manggarai Timur (tak kelihatan di gambar), di Labuan Bajo, Jumat (30/11/2018). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - MEWUJUDKAN program Revolusi Hijau Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur NTT, Josef A Nae Soi, melalui  pengembangan kelor, Dinas  Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai instansi  yang bergerak di sektor pembangunan pertanian tanaman pangan, hortikultura  dan perkebunan  berkomitmen menjadikan kelor sebagai komoditi  unggulan lokal  dalam mengatasi masalah gizi (malnutrisi) dan stunting.

Juga  meningkatkan pendapatan petani melalui produk olahan kelor,  sejalan dengan  Visi     Pembangunan   NTT   yaitu  Bangkit  Menuju Masyarakat Sejahtera Dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT, Ir. Yohanes Tay, MM menjelaskan,  tanaman kelor atau marungga   (Moringa Oleifera)  merupakan sejenis  tumbuhan dari suku Moringaceae. Tanaman ini memiliki ketinggian batang 7‑11 meter.  Daun  berbentuk bulat telur berukuran kecil dan bersusun  majemuk  dalam satu tangkai.  Bunganya  berwarna putih kekuning‑kuningan beraroma harum semerbak,  keluar  sepanjang tahun dari tudung pelepah bunganya yang berwarna hijau, dan buahnya berbentuk segitiga memanjang yang disebut kelentang.

Awal Tahun 2019! Dinas Pertanian NTT Targetkan Kirim 20 Ton Bubuk Kelor

Yohanes  Tay  menjelaskan, tanaman   kelor merupakan tanaman multiguna karena seluruh bagian tanaman mulai dari daun, buah/biji, kulit batang, akar dan bunga,  memiliki  manfaat  yang  luar biasa  sehingga  tanaman  kelor  dijuluki " the Miracle Tree ".

Jalan santai sebelum festival kelor di lokasi car free day Jalan El Tari Kota Kupang, Sabtu (24/11/2018).
Jalan santai sebelum festival kelor di lokasi car free day Jalan El Tari Kota Kupang, Sabtu (24/11/2018). (DOKUMEN DINAS PERTANIAN PROVINSI NTT)

Hasil  penelitian organisasi kesehatan dunia (WHO) merekomendasikan  agar  bayi dan anak‑anak dalam masa pertumbuhan dianjurkan untuk mengkonsumsi daun kelor, karena berkhasiat untuk menjaga dan meningkatan kekebalan tubuh dan  mencegah gizi buruk pada anak.

 Nomor 2 Terbaik di Dunia

 Kelor mengandung 7 x vitamin C dari jeruk. Artinya, satu kali kita makan daun kelor sama dengan kita makan 7 buah jeruk, terdapat 4 x kalsium pada  susu,  4 x  vitamin  A pada wortel,  2 x  protein pada susu,  3 x potasium pada pisang dan 15 x kalium pada pisang dan berbagai  jenis  asam amino esensial, vitamin dan senyawa  anti oksidan  lainnya yang sangat bermanfaat untuk kesehatan.

SMK-PP Negeri Kupang Gandeng Dinas Pertanian NTT Perbanyak Benih Bawang Merah, Ini yang Mereka Buat

Sementara  kelor yang tumbuh sumbur di NTT, memiliki khasiat yang luar biasa, menempati nomor 2 terbaik di dunia  setelah  kelor dari Negara Spanyol.  Hal ini tentunya sangat bernilai strategis dan menjanjikan devisa  bagi pembangunan  dan  kesejahteraan masyarakat NTT  ke depan.

Wagub NTT, Josef Nae Soi menyerahkan hadiah kepada siswa SMK3 sebagai pemenang lomba yel yel kelor ketika festival kelor, Sabtu (24/11/2018).
Wagub NTT, Josef Nae Soi menyerahkan hadiah kepada siswa SMK3 sebagai pemenang lomba yel yel kelor ketika festival kelor, Sabtu (24/11/2018). (DOKUMEN DINAS PERTANIAN PROVINSI NTT)

Karena itu, kebijakan  dan strategi pengembangan tanaman kelor yang dilakukan Dinas  Pertanian Provinsi NTT, menurut Yohanes Tay,  menjadi   skala  proritas untuk  meningkatkan pemanfaatan potensi kelor dalam kerangka diversifikasi sumber pangan, pemenuhan gizi masyarakat, sumber pendapatan masyarakat dan sumber PAD NTT.

Ela Tay Bersama DWP Dinas Pertanian NTT Bangga Dapat Ilmu Gratis dari BBPP

Dalam kerangka pemanfaatan potensi kelor di NTT, Ir. Yohanes Tay, mengatakan  Dinas Pertanian NTT secara sinergi mengkoordinasikan dengan Pemerintah Pusat  untuk mendukung pengembangan kelor melalui regulasi dan pembiayaan; dengan  Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Provinsi NTT diintegrasikan  sesuai tugas pokok dan  fungsi  pengorganisasian  revolusi hijau pengembangan kelor untuk pangan dan gizi masyarakat serta  industri; dengan  Pemerintah Kabupaten/Kota untuk penyiapan dan kepastihan lahan, pendampingan  dan pengamanan usaha; dengan Balai Penelitian dan Pengembangan Tekonologi Pertanian (BPTP),  Perguruan Tinggi  dan lembaga lainnya untuk penyediaan dan pengawalan penerapan  teknologi;  dengan pihak swasta untuk pelatihan pengolahan, akses pasar, promosi internal baik untuk konsumsi domestik,  keluarga maupun promosi eksternal; dengan kemitraan,  dilaksanakan  melalui kerja sama antarsemua pihak yang terkait pengembangan  kelor melalui pendampingan, dukungan, akses pasar dan pembiayaan pengembangan kelor untuk pangan dan untuk peningkatan pendapatan masyarakat.

Kunjungan I Gusty Manila anggota Dewan Pertimbangan Presiden dan rombongan di kebun kelor di Batu Plat, Kota Kupang.
Kunjungan I Gusty Manila anggota Dewan Pertimbangan Presiden dan rombongan di kebun kelor di Batu Plat, Kota Kupang. (DOKUMEN DINAS PERTANIAN PROVINSI NTT)
Halaman
1234
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved