Berita Kabupaten Sumba Timur

BREAKING NEWS: Tak Miliki Gedung, Siswa SMA Negeri 1 Matawai La Pawu Sumba Harus Nomaden

Kegiatan belajar mengajar di SMA Negeri 1 Matawai La Pawu, di Kecamatan Matawai La Pawu Kabupaten Sumba Timur, dilakukan secara berpindah pidah

BREAKING NEWS: Tak Miliki Gedung, Siswa SMA Negeri 1 Matawai La Pawu Sumba Harus Nomaden
Dok Pos Kupang
Babinsa Serka Evodius Bazikho saat melatih peraturan baris berbaris kepada siswa/i SMA Satu Atap Matawai La Pawu. 

Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Kegiatan belajar mengajar (KBM) di Sekolah Menegah Atas (SMA) Negeri 1 Matawai La Pawu, di Kecamatan Matawai La Pawu Kabupaten Sumba Timur, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) secara nomaden alias berpindah-pindah tempat.

Anggota DPRD kabupaten Sumba Timur Yosua Katanga Maujawa kepada POS-KUPANG. COM, Jumat (30/11/2018) mengatakan, sekolah SMA negeri 1 Matawai La Pawu tersebut kegiatan belajar mengajarnya secara berpindah-pindah tempat karena tidak memiliki gedung sekolah.

"Jadi kadang-kadang mereka pakai ruang SD, kalau ada waktu guru-guru SD pakai gedung itu mereka pindah KBM di gereja. Kadang-kadang kalau di gereja ada acara maka KBM berpindah ke Kantor Desa seperti demikian selama sudah 3 tahun ini," jelas Yosua.

Assosiasi Museum Indonesia Daerah Provinsi NTT Terbentuk! Ini Tujuannya

KPI Berhentikan Sementara Program Pagi-Pagi Pasti Happy: Buka Aib Berpotensi Timbulkan Konflik

Dear Cewek, Ini 7 Hal Yang Sangat Diinginkan Pria Darimu, Pujian Hingga Ekspresi Cinta

Yosua juga menjelaskan sekolah tersebut telah berusia 3 tahun dengan saat ini memiliki 6 rombongan belajar dengan jumlah siswa secara keseluruhan sebanyak 158 orang.

Sedangkan guru PNS di sekolah itu hanya 1 orang yakni kepala sekolah, satu guru PTT, dan sebagian besar guru honor komite dengan memiliki upah perbulan 300 ribu sampai 400 ribu rupiah.

Yosua juga menjelaskan proses berdiriya sekolah tersebut oleh Pemerintah Kabupaten dan DPRD Kabupaten Sumba Timur.

Yosua Katanga Maujawa sedang memberikan keterangan kepada Wartawan.
Yosua Katanga Maujawa sedang memberikan keterangan kepada Wartawan. (POS-KUPANG. COM/ROBERT ROPO)

Waktu Kabupaten memproses mengurus izin operasional sekolah, setelah izin tersebut keluar artinya sekolah tersebut boleh berdiri.

"Nah disaat itu Pihak Pemkab Sumba Timur dan DPRD hendak mengalokasikan anggaran APBD II Kabupaten untuk pembangunan gedung sekolah itu, namun tiba-tiba kewenangan SMA di tarik ke Propinsi.

Sehingga kabupaten tidak bisa lagi mengalokasikan anggaran untuk bangun gedung sekolah itu karena sudah ditarik ke Propinsi dan kewenanganya ada di tangan Propinsi,"kata Yosua Anggota DPRD dari partai Demokrat itu.

Yosua juga mengatakan terkait keluhan dan aspirasi para siswa, guru, orang tua dan masyarakat di sekolah tersebut telah disampaikan langsung ke Anggota komisi V DPRD NTT Winston Rondo.

"Kemarin, Rabu (28/11/2018) itu kami undang dengan Pak Winston Rondo dan Pak Winston sendiri datang melihat langsung kondisi sekolah itu dan mendengarkan langsung aspirasi masyarakat itu,"kata Yosua. (*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved