Berita Kabupaten Sumba Timur

Pemda Sumba Timur Gelontarkan Dana 1,5 Miliar ! Menyebarluaskan INOVASI di 20 Kecamatan

ebagai Komitmen Demi menyebarluaskan program INOVASI kerja sama Pemerintah Australia dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, empat pemerintah

Pemda Sumba Timur Gelontarkan Dana 1,5 Miliar !  Menyebarluaskan INOVASI di 20 Kecamatan
Pos Kupang.com/Robert Ropo
wakil bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali, ST.MT Sedang memberikan arahan. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU---Sebagai Komitmen Demi menyebarluaskan program INOVASI kerja sama Pemerintah Australia dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, empat pemerintah daerah (Pemda) yakni Pemda Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, dan Pemda Sumba Barat Daya tak main-main berencana menggelontarkan dana hingga miliaran rupiah pada tahun anggaran 2019.

Provincial Manager INOVASI NTT-Sumba Hironimus Sugi menyampaikan itu kepada wartawan usai kegiatan Rapat Forum Peduli Pendidikan Sumba Timur (FPPST) yang berlansung di Aula Setda Sumba Timur, Jumat (30/11/2018).

Hironimus menjelaskan untuk Pemda Sumba Timur Rencana tahun anggaran 2019 mengelontarkan dana 1,5 Miliar dari KUA-PPS, sementara pada APBD tahun 2018 menggelontarkan dana APBD sebanyak 1,3 milar.

Pedagang Arak Mengeluh! Agus Boli Ambil Langkah Koordinasi dengan Kapolres Flotim

Sementara Kabupaten Sumba Tengah tahun anggaran 2019 berencana mengelontarkan dana sebesae 1,86 Miliar KUA-PPAS dan APBD tahun 2018 500 Juta. Sumba Barat tahun anggaran 2019 sebesar Rp 1,85 miliar KUA-PPAS, dan APBD tahun 2018 sebesar Rp 423 juta dan Sumba barat Daya KUA-PPAS tahun anggaran 2019 berencana menggelotarkan dana 3,6 Miliar dan tahun anggaran 2018 dari APBD 675 Juta.

Sugi juga mengaku sudah satu tahun INOVASI hadir di Sumba sebetulnya sangat pas dengan kebutuhan daerah karena Pemda sendiri memiliki program prioritas tentang literasi. Dan ketika hadirnya INOVASI di Sumba Pemda lansung bermitra untuk berjalan sama demi kemajuan pendidikan di Sumba.

Sehingga Kata Sugi, INOVASI sendiri merasa bangga karena programnya mendapat respon yang positif dari empat Pemda di Sumba yang menjadikan Program INOVASI tersebut menjadi program prioritas Pemda sendiri.

Sugi juga mengatakan, upaya merevitalisasi peran guru di Sumba dalam perspektif INOVASI karena guru merupakan sentral dan garis terdepan untuk kemajuan pendidikan. Hasil belajar siswa sendiri sangat ditentukan oleh bagaimana peran guru kelas dalam melakukan tugasnya, sehingga guru harus mempunyai kemampuan yang memadai untuk melakukan pembelajaran bersama para peserta didik.

Menurut Sugi, Pemerintah Daerah juga harus mengetahui bagaiamana kondisi guru dari sisi kecukupan, kualifikasi dan kopetensinya melalui pemetaan secara koperhensif. Selain itu melakukan intervensi berdasarkan kebutuhan dari hasil pemetaan secera komperhensif dan melakukan monev secara berkala dan menganalis kebijakan apa yang diperlukan untuk mendukung percepatan peningkatan kemampuan guru terkait literasi dan numerasi.

Sugi juga mengatakan selama setahun hadirnya INOVASI tersebut respon pemerintah sangat positif dalam mendukung aktifitas INOVASI dan yang harus diperkirakan ke depan adalah bagaimana program ini terus berjalan meskipun Intervensi INOVASI berakhir.

Selain itu, Empat Pemda tersebut yang bergabung dalam FPPS itu bersama-sama memfasilitasi hadirnya INOVASI di Sumba. Sehingga sebetulnya respon awal Pemda tersebut sangat meninginkan INOVASI hadir di Sumba Timur setelah ada temuan dari studi ACDP 040 bahwa kemampuan literasi dan numerasi sangat minim bagi para siswa kelas awal di Sumba.

Ketika ditanya apakah INOVASI ini di perpanjang di Sumba, Sugi menjawab boleh mungkin dan boleh tidak, karena itu merupakan hal yang belum pasti karena hal itu masih bergantung pada kebijakan donor.

Namun Soal strategi, Sugi mengatakan kedepan dari awalnya Pihaknya telah membangun kapasitas dari pendekatan gugus. Sehingga gugusnya di perkuat karena membangun kapasitas dari level gugus.

Masih menurut Sugi, selain itu para fasilitator daerah yang melatih para guru-guru kelas awal merupakan orang dalam pemerintah itu sendiri. Sehingga jika dibilang strategi 2019 jika ingin keluar, INOVASI telah memiliki Tim lokal yang sudah dengan sendiri terbangun. (*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved