Berita NTT Terkini

RUPS Bank NTT! Harapan Wabup Flotim Direksi Harus Tandatangan Pakta Integritas

Siapapun dia yang akan menjadi pemimpin di Bank NTT, saya minta supaya tanda tangan pakta integritas ‎dengan Gubernur NTT. Apalagi, target yang diberi

RUPS Bank NTT! Harapan  Wabup Flotim  Direksi Harus Tandatangan Pakta Integritas
‎POS-KUPANG.COM/ Oby Lewanmeru
Wabup Flotim, Agus Payong Boli,S.H 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM/KUPANG --"Siapapun dia yang akan menjadi pemimpin di Bank NTT, saya minta supaya tanda tangan pakta integritas ‎dengan Gubernur NTT. Apalagi, target yang diberikan agar laba Bank NTT Rp 500 milyar di tahun 2019,".

Hal ini disampaikan Wakil Bupati ‎(Wabup) Flores Timur (Flotim), Agust Payong Boli, S.H yang ditemui usai mengikuti RUPS Luar Biasa Bank NTT, Rabu (28/11/2018).

Menurut Agus, perlu ada pakta integritas, agar direksi dan komisaris yang baru bisa bekerja sesuai target yang diberikan selain profesional.

‎"Jadi ini untuk mendukung mimpi besar bapak Gubernur NTT agar Bank NTT menjadi bank yang profit oriented. Karena itu siapapun direksi harus tanda tangan pakta integritas," kata Agus.

Dia mengakui, Pemerintah Flotim sebagai salah satu pemegang saham mendukung RUPSLB yang dilakukan ‎agar ada restrukturisasi.

Pelaksanaan UKT DAN Kukkiwon Kebanggaan bagi Nagekeo

"Harapan kita direksi yang baru harus bekerja sungguh-sungguh dan profesional. Kalau tidak maka mundur saja, sehingga butuh pakta integritas," katanya.

Dia mengakui, dengan kondisi itu, maka kinerja dewan direksi bisa teruji.
Sedangkan soal gaji direksi, ia mengaui cukup besar, karena itu gaji harus standar dulu, kemudian diberi target, apabila enam bulan tidak mencapai target maka gajinya diturunkan.

Sebaliknya jika penuhi atau melampaui target, barulah gajinya dinaikan.
"Ini bank milik rakyat, jadi harus beda dengan bank umum lainnya,sehingga harus social oriented /orientasi sosial, kemudian juga soal bunga Bank NTT.

Dikatakan, keluhan ini bukan saja di Flotim, tapi hampir seluruh daerah, karena bank milik rakyat, tapi kurang memihak kepada masyarakat.

"Jika memberi pinjaman, maka untuk home-home industri dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) harus dengan bunga terjangkau. Bank NTT ini hadir untuk membawa keluar masyarakat‎ dari kemiskinan," kata Agus. (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved