Opini Pos Kupang

Menimbang Legalisasi Miras di NTT

Memang miras lokal tidak pernah lepas dari masyarakat NTT. Itu karena selain untuk kebutuhan konsumsi, miras pun

Menimbang Legalisasi Miras di NTT
POS KUPANG/ROBERT ROPO
Jeriken berisi moke (minuman keras produksi lokal) yang diamankan aparat KP3 Laut Waingapu, Jumat (16/2/2018) siang. 

Bagaimanapun proses menuju legalisasi miras di NTT adalah efek dari pariwisata (tourism effect) yang dibawa oleh Gubernur dan Wakil Gubernur baru NTT. Keduanya ingin membuat produk yang sebelumnya dinilai haram ini kemudian berjalan menuju legalisasi, bahkan bisa disebut halal.

Jika kemudian miras lokal ini telah memiliki produk hukum dan melalui penelitian yang baik, maka miras akan diproduksi dengan kualitas tinggi dan memiliki cita rasa khas, sehingga miras tersebut akan dijual dengan harga yang sangat mahal, bahkan bisa mencapai jutaan rupiah per botol.

Mengapa? Karena nilai komersial dari miras meningkat seiring dengan isu pariwisata yang diangkat. Jika harga miras lebih mahal dari sebelumnya, maka dipastikan para pelancong menjadi sasaran penjualan miras lokal ini, bukan semata-mata dikonsumsi oleh masyarakat NTT.

Pada saat yang sama, tingginya harga jual bisa mengurangi tingkat pembelian dan konsumsi secara sembarang dan bebas oleh masyarakat kita.

Bukan berarti masyarakat NTT tidak bisa membeli, tetapi hanya masyarakat atau kelompok yang cukup uang yang bisa membeli minuman tersebut, sekaligus sebagai dukungan terhadap pariwisata NTT.

Sekali lagi, kita berharap, dengan adanya efek pariwisata, maka miras harus dijual dengan harga mahal, terutama kepada para wisatawan, sehingga miras mampu memberi dampak terhadap peningkatan PAD NTT.

Alhasil, mimpi NTT bangkit, menuju sejahtera bisa terwujud melalui prime mover (penggerak utama) pembangunan NTT di bidang pariwisata. Semoga.*

Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved