Berita Kabupaten Ende Terkini

Jaksa Kejari Ende Tahan 5 Tersangka Kasus PNPM Mandiri di Kota Baru

Kejaksaan Negeri Ende menahan 5 orang tersangka kasus PNPM Kota Baru, Rabu (28/11/2018).

Jaksa Kejari Ende Tahan 5 Tersangka Kasus PNPM Mandiri di Kota Baru
POS-KUPANG.COM/ROMUALDUS PIUS
Para tersangka kasus PNPM Mandiri ditahan jaksa, Rabu (28/11/2018) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM | ENDE - Kejaksaan Negeri Ende menahan 5 orang tersangka kasus PNPM Kota Baru, Rabu (28/11/2018).

Kelima tersangka yang ditahan, yakni Lambertus Toni Roga selaku Ketua UPK dan Ambrosius Sena selaku Sekrteris UPK dan Maria Edeltrudis Paka selaku bendahara serta Yohanes Osmini selaku BKAD dan Hironimus Raro selaku PL.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ende, Sudarso SH yang didampingi Kasi Intel, Abdon Toh dan Kasi Pidsus, Tony Aji, S.H dalam keterangan persnya kepada wartawan di ruang kerjanya sesaat sebelum melakukan penahanan atas diri para tersangka kasus PNPM Mandiri, Kecamatan Kota Baru mengatakan bahwa para tersangka disangka melakukan tindak pidana korupsi pada dana PNPM Mandiri, Kecamatan Kota Baru yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 300 juta.

Toa Muallaf Menjadi Kades Terpilih di Desa Tonggurambang Nagekeo

Adapun kronologis kasusnya jelas Kejari Sudarso bahwa pada tahun 2004 secara nasional program PNPM Mandiri telah berakhir. Namun yang terjadi adalah para tersangka justru melakukan serangkaian penyimpangan seperti meminjam uang PNPM Mandiri dalam jumlah yang bervariasi.

PT Angkasa Pura 1 Bandara El Tari Kupang Gelontorkan Rp 2,3 Miliar untuk Program PKBL

Padahal semestinya hal itu tidak dilakukan karena para tersangka tersebut adalah pengurus yang tidak dibenarkan untuk meminjam uang karena yang berhak meminjam uang adalah anggota simpan pinjam kelompok perempuan.

"Seiring dengan berakhirnya program PNPM Mandiri maka uang yang ada semestinya tidak boleh dikeluarkan lagi namun diserahkan ke Bumdes namun yang terjadi adalah para pengurus justru meminjam uang serta tidak membuat laporan pertanggungjawaban sejak program PNPM Mandiri berakhir sampai hari ini," kata Kejari Sudarso.

"Akibat tindakan para tersangka menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 300 juta," jelas Kejari Sudraso.

Abdon mengatakan terjadinya penyimpangan keuangan PNPM Mandiri di Kecamatan Kota Baru dikarenakan para pengurus PNPM Mandiri sebanyak 5 orang saling membagi uang PNPM Mandiri diantara mereka dengan alasan peminjaman yang besarnya berfarisi.

Adapun para pengurus yang keciprat uang PNPM Mandiri masing-masing atas nama Lambertus Toni Roga selaku Ketua UPK mendapatkan uang sebesar Rp 60 Juta.

Ambros Sena selaku sekretaris mendapatkan uang sebesar Rp 20 Juta.

Maria Edeltrudis Pana selaku bendahara UPK mendapatkan uang sebesar Rp 30.750.000,00. Yohanes Osmini selaku BKAD mendapatkan uang sebesar Rp 40 Juta serta Hironimus Raro mendapatkan uang sebesar Rp 15 Juta.

Uang-uang yang dipinjam tersebut belum termasuk honor yang diambil secara ilegal oleh para pengurus PNPM Mandiri, Kecamatan Kota Baru padahal secara nasional program tersebut sudah dihentikan,ujar Kejari Sudarso.

Penahanan para tersangka berdasarkan Surat Perintah Penahan Kepala Kejaksaan Negri Ende Nomor : PRINT-04/P.3.14/Fd.1/11/2018 tanggal 28 November 2018 untuk melakukan penahanan terhadap para tersangka yang disangka melanggar pasal 2 ayat (1) jo.Pasal 18 UU.RI No 31 tahun 1999 sebagai mana telah diubah dan ditambah dengan UU. RI No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo.Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, subsidair pasal 3 jo pasal 18 UU.RI No 31 tahun 1999 sebagai mana telah diubah dan ditambah dengan UU RI No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1)ke-1 KUHP, terhitung mulai tanggal 28 November 2018 sampai dengan 17 Desember 2018 di Rumah Tahanan Negara /Lembaga Pemasyarakatan Ende di Ende selama 20 hari.

"Penahanan tersebut dilakukan karena tersangka dikwatirkan akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan atau mengulangi tindak pidana," ujar Kejari Sudarso. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved