Berita Kabupaten Lembata Terkini

Plt Kadis PPO Lembata Ajak Tim Kemenpora Lihat Stadion

Plt Kadis PPO Kabupaten Lembata, Michael Bala, mengajak Tim Kemenpora RI untuk melihat dari dekat pembangunan stadion.

Plt Kadis PPO Lembata Ajak Tim Kemenpora Lihat Stadion
POS-KUPANG.COM/Frans Krowin
Acara Pembukaan Bimbingan Teknis Pemandu Bakat Olahraga yang diselenggarakan Kemenpora di Aula SMP St. Pius X Lewoleba, Lembata, NTT, Selasa (27/11/2018) petang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Lembata, Michael Bala, mengajak Tim Kemenpora RI untuk melihat dari dekat pembangunan stadion yang kini sedang dilaksanakan daerah itu.

Ajakan Michael Bala itu saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis Pemandu Bakat Olahraga di Aula SMP St. Pius X-Lewoleba, Kabupaten Lembata, NTT, Selasa (27/11/2018) petang. Kegiatan tersebut diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia, 27-30 November 2018.

Dikatakannya, olahraga di Lembata cukup hidup. Pertandingan demi pertandingan selalu diselenggarakan di daerah tersebut. Hanya saja, tak semua cabang olahraga bertumbuh subur di kabupaten satu pulau tersebut.

Baca: GenBI dan Komunitas Giat Sampah Bersih-bersih di Pantai Oesapa

Salah satu cabang olahraga yang selalu dipertandingkan, lanjut Michael, adalah sepakbola.

"Di sini ada ivent galadesa. Dari pertandingan itulah kini sedang dibangun stadion. Tahun ini pekerjaan fisik sedang dibangun dan tahun depan akan dialokasikan lagi Rp 5 miliar untuk kelanjutan pekerjaan itu," ujar Michael.

Baca: 17 Kelurahan di Kabupaten Kupang Bakal Dapat Dana Rp 6 Miliar

Untuk memperlancar pembangunan fisik stadion itu, Michael meminta dukungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI. Dukungan Kemenpora itu tentunya menjadi spirit baru bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata dan seluruh masyarakat untuk menghidupkan semua cabang olahraga di daerah itu.

Ia juga menyebutkan, selama ini pemerintah setempat selalu memberi perhatian bagi tumbuh kembangnya olahraga. Hanya saja perhatian itu masih sebatas pada anak-anak sekolah. Sedangkan anak muda berbakat olahraga di luar sekolah, tidak dijamah lantaran terbatasnya anggaran.

"Potensi olahraga remaja di Lembata cukup tinggi. Tapi pemerintah kesulitan melakukan pembinaan. Selama ini, pembinaan hanya terfokus di sekolah. Sedangkan di luar sekolah tak dijangkau. Padahal cukup banyak anak muda berbakat olahraga yang sudah tidak sekolah lagi," ujar Michael.

Ketimpangan ini, lanjut dia, sungguh disadari oleh pemerintah. Olehnya pemerintah setempat selalu mencari solusi untuk hal tersebut. Salah satunya adalah Galadesa yang merupakan agenda tahunan di Lembata. Galadesa itu pertama kali diselenggarakan tahun 2017, sehingga 2018 ini merupakan tahun kedua ivent tersebut. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved