Berita Kabupaten Sumba Timur

Bibit Rumput Laut Sudah Tak Produktif! Ini Permintaan Pemkab Sumba Timur

bibit rumput laut tersebut sudah dari 2011 atau sejak delapan tahun yang lalu, itu pun dibawa oleh Tokoh Masyarakat NTT Agustinus Ibrahim Medah.

Bibit Rumput Laut  Sudah Tak Produktif! Ini Permintaan Pemkab Sumba Timur
POS-KUPANG. COM/ROBERT ROPO
Kabid Pemberdayaan Usaha Kecil Pembudidayaan Ikan DKP Sumba Timur Stefanus Laos 

Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Robert Ropo

POS-KUPANG. COM | WAINGAPU---Bibit rumput laut yang dibudidayakan para petani di Sumba Timur sejak dari delapan tahun yang lalu yakni dari tahun 2011 yang lalu sehingga produktifitas bibit tersebut kini kian menurun alias tidak berkembang dengan baik lagi.

Produktifitas bibit yang sudah menurun tersebut Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sumba Timur melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) kabupaten setempat meminta kepada kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI untuk bisa memberikan bantuan bibit rumput laut yang unggul yang baru dengan kualitas produktifitas tinggi atau bagus.

Baca: Bank Mandiri Hibahkan Ambulance ke RS St. Damian Lewoleba-Lembata

Baca: Antisipasi Musim Tanam! Ini yang Dilakukan Dinas Pertanian Nagekeo

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumba Timur, Markus K.Windi melalui Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Usaha Kecil Pembudidayaan Ikan DKP sumba Timur Stefanus Laos ketika ditemui POS-KUPANG. COM, Selasa (27/11/2018) menjelaskan bibit rumput laut yang dibudidayakan para petani di Sumba Timur sekarang adalah Euchema cottoni saccul.

Kata dia, bibit rumput laut tersebut sudah dari 2011 atau sejak delapan tahun yang lalu, itu pun dibawa oleh Tokoh Masyarakat NTT Agustinus Ibrahim Medah. Dan secara teknis bibit tersebut reproduksinya sudah tidak bagus lagi, sehingga seharusnya sudah ada regenerasi bibit yang baru yang lebih unggul dengan produktifitas lebih baik lagi.

Laos mengatakan Pemkab Sumba Timur menginginkan agar diganti dengan bibit rumput laut hasil kultur jaringan baik jenis cootoni saccul, cottoni tambalang maupun cottoni alvaresi.

"Ini merupakan perjuangan Pemda Sumba Timur kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan RI untuk bisa memberikan bantuan mengutamakan bibit rumput laut yang unggul tersebut melalui UPT dimana didalamnya tersediah Laboratorium kultur jaringan. Karena memang dari tahun ke tahun secara teknis sudah tidak bertahan lagi bibit yang sekaran," ungkap Laos.

Laos juga mengatakan, nanti dari Lab kultur jaringan ini, setelah kultur sudah jadi baru dikembangkan. Kebetulan juga Tanah Pemda masyarakat sudah serahkan tanah seluas 5 hektar untuk pembangunan UPT yang dilengkapi dengan Lab kultur jaringan itu.

Laos juga mengatakan Pemkab Sumba Timur juga sangat berharap jika permintaan tersebut dikabulkan oleh KKP, maka diutamakan bantuannya yakni bibit unggul tersebut, sebab rumput laut di Sumba Timur menjadi produk unggulan Kabupaten sehingga memang kegiatan budidaya rumput laut perlu menjadi perhatian serius pemerintah.

Menurutnya sehingga untuk bantuan Tali temali dan patok untuk pengikat rumput laut masyarakat sudah sangat bisa melakukan swadaya. Para petani sudah bisa mampu untuk berdayakan usaha mereka yang mereka usahakan.

"Hanya jika diberbicara pertanian secara umum penentu keberhasilan terutama ada bibit,"imbuh Laos.

Laos juga mengatakan, selain itu melalui dukungan dana APBD I Ke Sumba Timur khusus untuk DKP Sumba Timur diutamakan bibit rumput laut yang unggul tidak usah anggaran untuk bantuan tali temali maupun patok untuk budidaya rumput laut itu sebab petani sudah bisa memberdayakannya. (*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Ferry Ndoen
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved