Berita Nasional Terkini

Ini Dia Para Penyebar Hoaks Jokowi yang Ditangkap Polisi

Kepolisian RI menangkap salah satu penyebar hoaks atau berita bohong dan ujaran kebencian yang dialamatkan kepada Presiden Joko Widodo.

Ini Dia Para Penyebar Hoaks Jokowi yang Ditangkap Polisi
KOMPAS.com/Devina Halim
Kasubdit I Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes (Pol) Dani Kustoni (tengah) saat konferensi pers di Bareskrim Polri, Cideng, Jakarta Pusat, Jumat (23/11/2018). 

POS-KUPANG.COM - Kepolisian RI menangkap salah satu penyebar hoaks atau berita bohong dan ujaran kebencian yang dialamatkan kepada Presiden Joko Widodo. Polisi mengungkapkan, proses penangkapan pelaku tersebut tidak mudah dan membutuhkan waktu lama.

Para Oktober 2018, polisi menangkap pria berinisial JD, pemilik akun Instagram yang menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian. JD diketahui memproduksi 843 meme. Selain JD, sebelumnya, pembuat dan penyebar hoaks terkait Jokowi juga pernah diamankan.

1. Obor Rakyat

Tim Intelijen Kejaksaan Agung dan tim Kejaksaan Negeri Jakarta menangkap dua orang pimpinan tabloid Obor Rakyat pada 8 Mei 2018. Dua orang tersebut adalah Pemimpin Redaksi Obor Rakyat, Setyardi Budiono dan Redaktur Pelaksana Obor Rakyat, H Darmawan Sepriyosa.

Baca: Ini Alasan KPK Tolak Permohonan Justice Collaborator Johannes Kotjo

Kedua pelaku ini ditangkap di dua tempat yang berbeda di kawasan Jakarta. Setyardi diamankan di Gambir, sedangkan Darmawan diamankan di Tebet Timur.

Tabloid Obor Rakyat diproduksi satu juta eksemplar dan disebarkan ke 724.000 masjid dan 28.000 pondok pesantren di beberapa daerah Pulau Jawa.

Baca: PLTU Riau 1, Kotjo Dinilai Tidak Mendukung Pemerintah dalam Memberantas Korupsi

Setyardi mengaku kecewa terhadap keputusan Jokowi yang saat itu menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta, tetapi kemudian mendaftar menjadi calon presiden Indonesia periode 2014-2019.

Kekecewaan tersebut disalurkan dalam bentuk kritikan terhadap Jokowi yang ditulis melalui penerbitan tabloid Obor Rakyat. Pemberitaan sebelumnya menyebutkan, tabloid ini memuat pemberitaan fitnah terkait isu SARA yang menyerang Jokowi pada Pemilihan Presiden 2014.

Pencetakan dan pengepakan tabloid Obor Rakyat disebut menghabiskan dana lebih dari Rp 250 juta. Atas peristiwa ini, kedua pelaku dijatuhi pidana selama 8 bulan dan dieksekusi di Lapas Cipinang.

2. Suara Rakyat

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved