Berita Internasional

Menyedihkan ! Bocah Sembilan Tahun 'Tewas Dibunuh Gara-gara Tidak Kerjakan PR'

Sejauh ini kakak laki-laki berusia 19 tahun adalah yang diduga melakukan pembunuhan, namun hakim akan berupaya mengungkap apa yang sebenarnya terjadi

Menyedihkan ! Bocah Sembilan Tahun 'Tewas Dibunuh Gara-gara Tidak Kerjakan PR'
KOMPAS.com/THINKSTOCK
Ilustrasi 

POS KUPANG.COM - Kepolisian Prancis menahan empat orang dalam satu keluarga terkait kasus kematian seorang bocah.

Sebanyak empat orang dalam sebuah keluarga ditahan kepolisian Prancis setelah seorang bocah sembilan tahun tewas akibat dipukuli sebagai hukuman karena tidak membuat tugas sekolah.

Sumber-sumber kepolisian mengungkap kepada media setempat bahwa awalnya bocah laki-laki itu menolak menyelesaikan pekerjaan rumahnya. Lalu dalam peristiwa di Kota Mulhouse itu, sang bocah dipukul dengan gagang sapu.

Kakak laki-laki, adik perempuan, dan seorang adik tirinya berada di lokasi ketika insiden berlangsung.

Baca: Bank NTT dan JIKU Siap Fasiltasi UKM NTT Go Internasional

Baca: Di Kabupaten TTU ! KKRC Eksplore Destinasi Wisata

Dan, meskipun sang ibu tidak ada di tempat perkara karena sedang bekerja, dia juga ditahan lantaran mendorong hukuman terhadap sang bocah.

Keempat anggota keluarga itu kini mendekam di sel tahanan.

Sejauh ini kakak laki-laki berusia 19 tahun adalah yang diduga melakukan pembunuhan, namun hakim akan berupaya mengungkap apa yang sebenarnya terjadi dalam tragedi tersebut.

 
Pada tubuh sang bocah dilaporkan terdapat sejumlah memar, khususnya pada bagian kaki, sebagaimana dilaporkan media DNA.

DNA, yang mengutip keterangan para ahli patologi, melaporkan penyebab kematian adalah pukulan yang diderita korban.

Peristiwa ini terjadi justru tatkala badan legislatif Prancis tengah menyusun draf undang-undang yang melarang pemukulan anak.

Salah satu draf dimaksudkan untuk melindungi anak-anak berjudul 'pendidikan bebas dari kekerasan'.

Draf lainnya ditujukan kepada orang tua yang dilarang melakukan "kekerasan fisik atau verbal, pemukulan sebagai hukuman, dan pelecehan moral". (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved