Berita Kabupaten Sikka Terkini

Komodo Diambil Alih Pemprov NTT, Hanya Orang Spesial yang Boleh Masuk

Binatang purbakala Komodo di Pulau Komodo dan Rinca, Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores, milik pemerintah dan masyarakat Provinsi NTT

Komodo Diambil Alih Pemprov NTT, Hanya Orang Spesial yang Boleh Masuk
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Gubernur NTT, Viktor Laiskodat (kemeja putih) dan Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, diterima di Kampus STFK Ledalero, Kabupaten Skka, Sabtu (24/11/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eginius Mo'a

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Binatang purbakala Komodo di Pulau Komodo dan Rinca, Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores, milik pemerintah dan masyarakat Provinsi NTT hanya sebatas nama.

"Fakta, Komodo satu-satunya di dunia yang punya binatang purbakala. Kita punya milik (komodo), tetapi tidak dapat untung apapun. Itu bukan milik namanya. Kita menonton saja," tandas Gubernur NTT, Viktor Laiskodat pada kuliah umum civitas akademika STFK Ledalero di Aula St.Thomas Aquinas, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Sabtu (24/11/2018).

Menurut Viktor, kalau menjadi milik maka daerah bisa lakukan kapitalisasi secara bebas. Kenyataan kita tidak bisa buat kapitalisasi untuk untuk kesejahteraan kita.

Baca: Gubernur Laiskodat Tantang Semua Gereja di NTT Jadi Sekolah, Pastor dan Pendeta Jadi Guru

"Saya akan minta kepada pusat (pemerintah) serahkan kepada Pemprov NTT," tegas Viktor.

Kawasan Pulau Komodo, kata Viktor, merupakan tempat sangat spesial di dunia. Ke depan tidak semua orang bisa masuk ke Pulau Komodo. Hanya mereka yang punya kemampuan spesial yang boleh masuk ke Komodo.

Baca: Tabrakan Beruntun di Lasiana, Setelah Menabrak Motor, Truk Menghantam Avansa, Begini Nasibnya

"Tidak bisa semua orang datang ke Labuan Bajo dan bisa lihat Komodo. Tidak Bisa. Tidak segampang itu. Miniml 500 dolar atau Rp 5 juta boleh masuk," tegas Viktor.

Ia mengaku heran, orang asing datang ke NTT masuk ke hotel kemudian lakukan daving.

"Kita tidak tahu apa yang dilakukannya di dalam laut. Dia bisa ambil apa saja yang ada di dasar laut. Dia nikmati alam bawah laut, sekaligus ambil sumber makanan paling mahal dari laut kiita. Ke depan tidak bisa seperti itu. Kalau barang spesial maka hanya orang spesial," tegas Vikfor. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved