Berita Kabupaten Sikka Terkini

Gubernur dan Bupati di NTT Satukan Tekad Hilangkan Stigma Bodoh, Korupsi dan Terbelakang

Gubernur NTT menantang semua bupati kerja keras menghilangkan stigma NTT sebagai provinsi miskin, terbelakang dan korupsi.

Gubernur dan Bupati di NTT Satukan Tekad Hilangkan Stigma Bodoh, Korupsi dan Terbelakang
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Gubernur NTT, Viktor Laiskodat menyerahkan simbolis anak kelor kepada Bupati Flores Timur, Anton Hadjon dalam Raker dengan para kepala desa dan camat dari Sikka, Flotim dan Lembata, Sabtu (24/11/2018) di Aula SCC Kota Maumere. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eginius Mo'a

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menantang semua bupati dan para pemimin formal lainnya kerja keras menghilangkan stigma NTT sebagai provinsi miskin, terbelakang dan korupsi.

Menurut Viktor, sinkronisasi program dan kegiatan dari pemerintah provinsi dengan kabupaten/kota membangun daerah perlu dilakukan. Sinergi untuk berjalan bersama-sama dalam semangat kebersamaan.

"Hasil Musrenbang sebenarnya 50 persen pekerjaan sudah jalan. Sisanya 50 persen, kita kerja dengan konsisten, konsekwen dan penuh komitmen," ujar Viktor dalam rapat kerja dengan utusan kepala desa dan camat dari Kabupaten Lembata, Flores Timur dan Sikka di Pulau Flores, Sabtu (24/11/2018) siang di Aula Sikka Convention Center (SCC) Kota Maumere.

Baca: Pulang Jenguk Tantenya, Pelajar SMA Meninggal Tertabrak Truk

Viktor menegaskan, yang berat adalah sinkronisasi karakter dengan semua pemimpin di daerah. Diperlukan waktu sampai dua tahun menyamakan pikiran guna menatap NTT lebih baik.

"Cara kerja kita tidak bisa hanya formalitas belaka. Kerja pura-pura atau pura-pura kerja, supaya kita tidak dicap tolol karena NTT terus menjadi provinsi termiskin, terbelakang dan terkorup," tandas Viktor.

Baca: Siapkan Diri Hadapi Revolusi Industri 4.0, HMJ Kimia FST Undana Gelar Seminar Nasional

Karakter kepemimpinan, kata Viktor, ikut menentukan suksesnya perencanaan yang telah dibuat. Dibutuhkan kerja jujur dan tidak pura-pura kerja.

Menurut Viktor, investasi pemerintah setiap tahun di seluruh NTT lumayan besar Rp 42 triliun untuk belanja modal dan belanja barang. Jumlah ini belum termasuk investasi pihak swasta.

"Modal pemeritah saja besar, kenapa kita tidak bisa lebih cepat maju," tanya Viktor.

Kondisi NTT saat ini, menurut Viktor, membutuhkan kerja lebih keras, displin dan etos kerja yang tinggi dari semua pemimpin pada semua tingkatan dari desa, kecamatan, kabupaten dan provinsi.

APBD NTT 2018 mencapai Rp 5,4 triliun ditargetkan tercapai Rp 10 triliun pada 2023 dengan pendapatan asli daerah Rp 3 triliun.

Namun uang yang besar harus dilandasi kepemimpinan yang baik, sebab uang akan datang dan pergi tidak pernah permisi.

"Di NTT ada 42 ribu rumah tidak layak huni menempatkan NTT jadi provinsi miskin. Kita perlu duduk bersama selesaikan. Bulan Agustus 2019, dengan semua kepala daerah kita deklarasikan NTT tidak miskin. Makian NTT miskin, terbelakang dan korupsi harus kita hilangkan," tantang Viktor.

"Semua jalan propinsi dari saat ini sampai tiga tahun mendatang akan tuntas," tandas Viktor. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved