Berita Kabupaten Sikka Terkini

Cita-cita STFK Ledalero Kembali ke Semangat Awal Jadi Bengkel Pemikir

Seluruh civitas akademika STFK Ledalero di Kabupaten Sikka, bermimpi kembali ke semangat awal menjadi bengkel menciptakan pemikir

Cita-cita STFK Ledalero Kembali ke Semangat Awal Jadi Bengkel Pemikir
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Gubernur NTT, Viktor Laiskodat (kemeja putih) dan Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, diterima di Kampus STFK Ledalero, Kabupaten Sikka, Sabtu (24/11/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eginius Mo'a

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Seluruh civitas akademika Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero di Kabupaten Sikka, bermimpi kembali ke semangat awal menjadi bengkel menciptakan pemikir yang mencintai kebijaksanaan seperti diajarkan filsuf besar Plato dan Socrates.

"Memang ini biara, kami harus menunjukkan sikap sopan santun. Tetapi sejarah peradaban dari biara dan sekolah. Biara menjadi pusat doa tetapi juga pusat studi. Dimana ada biara, daerah sekitarnya terlihat maju, para biarawan dan biarawati bekerja bagi masyarakat setempat," ujar Pembina Yayasan Persekolahan St. Paulus Ende, Pater Lukas Jua, SVD, dalam sambutan kuliah umum Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, Sabtu (24/11/2018) di Aula St.Thomas Aquinas STFK Ledalero.

Baca: Pengurus DPW Garda Pemuda NasDem NTT Dilantik di Gunung Fatuleu

Menurut Pater Lukas, semangat seluruh civitas akademika sedang menuju ke arah sana. STFK Ledalero bermimpi menghidupkan kembali semangat awal menghasilkan para pemikir.

Kuliah umum diselenggarakan menyongsong perayaan 50 tahun STFK pada 2019 menurut pengakuan pemerintah. Meski sejarah STFK Ledalero telah berdiiri tahun 1932. Angkatan pertama dari Rumah Tinggi (Seminari Menengah) Todabelu, Mataloko, Kabupaten Ngada melanjutkan kuliah filsalfat di Ledalero.

Baca: Hafalan Al-Quran MTs Nurul Iman Jadi Program Unggulan

"Usai 50 tahun menurut pengakuan pemerintah. STFK Ledalero sebenarnya menjadi perguruan tertua di NTT dan Indonesia Timur. STFK membuat Maumere dan Flores terkenal ke seluruh dunia," ujar Pater Lukas.

Menurut Pater Lukas, tahun berdiri STFK Ledalero akan kembali digugat dari sejarah berdirinya.

"Tahun berdirinya akan kami ubah. Kami akan ke Menrsitek Dikti," ujar Pater Lukas.

Kuliah umum Viktor Laiskodat menarik simpati mahasiswa yang ingin mendengar pemikiran hebatnya membangun NTT.

Uskup Maumere, Mgr. RD. Edwaldus Martinus Sedu, Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, mantan Bupati Sikka, Daniel Woda Palle, Aleks Longginus, dan mantan Wabup Sikka, Paulus Nong Susar, seluruh dosen dan mahasiswa mendengarkan materi yang disampaikan Viktor. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved