Berita Kabupaten Sumba Timur

Wilayah Sumba Timur Saat Ini Dilanda Suhu Panas Tertinggi

Wilayah Sumba Khususnya Sumba Timur saat ini sedang dilanda puncak suhu tertinggi karena di bulan November ini merupakan pergerakan semu matahari

Wilayah Sumba Timur Saat Ini Dilanda Suhu Panas Tertinggi
POS-KUPANG. COM/ROBERT ROPO
Kepala Stasiun Meteorologi Umbu Mehang Kunda (UMK) Sumba Timur Elias Limahelu sedang memberikan keterangan. 

Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Robert Ropo

POS-KUPANG. COM | WAINGAPU---Wilayah Sumba Khususnya Sumba Timur saat ini sedang dilanda puncak suhu tertinggi karena di bulan November ini merupakan pergerakan semu matahari bergerak menuju sebelah selatan ekuator.

Kepala Stasiun Meteorologi Umbu Mehang Kunda (UMK) Sumba Timur Elias Limahelu ketika dikonfirmasi POS-KUPANG. COM, Jumat (23/11/2018)

Baca: Di Begal di Jalanan ! Pesepeda Ini Tetap Berjuang ke Dokter dengan Pisau Tertancap di Kepala

Elias menjelaskan bulan November 2018 wilayah Sumba Timur masih diselimuti suhu panas tertinggi karena pergerakan semu matahari ke sebelah selatan ekuator. Sedangkan Sumba letaknya di selatan sehingga pas Sumba sangat terdampak suhu panas.

"Pergerakan semu menuju puncak selatan sejak dari tanggal 23 September saat ini matahari sedang bergerak dan diprediksi akan sampai puncak selatan Ekuator 22 Desember 2018. Sementara matahari akan bergerak kembali disitulah suhu panas mulai berkurang,"jelas Elias.

Elias juga mengatakan hingga November dasarian ketiga belum juga turun hujan normal di Sumba Timur karena diprediksi terpengaruh Animo suhu permukaan laut, atau pun monsum timur yang masih menguat sehingga November Dasarian ke 3 belum normal hujan.

"Prediksi di bulan Desember ini monsum timur akan melemah sehingga akan turun hujan mulai normal,"kata Elias.

Elias juga mengatakan diprediksi pada bulan Januari 2019 hujan akan mulai normal di Sumba Timur, sedangkan pada bulan Frebuari dan Maret diprediksi akan puncak musim hujan di Sumba Timur.

Elias juga menyampaikan yang perlu diwaspadai masyarakat dalam menghadapi musim panca roba atau transisi November dasarin 3 sampai desember dasarin 2 atau 3 tahun 2019 dari musim kemarau ke musin penghujan dapat mengakibatkan angin kencang, puting beliung, banjir, tanah longsor, dan penyakit virus.

"Persoalan ini juga patut diwaspadai pas puncak musin hujan ini juga akan terjadi seperti pohon tumbang,"pungkas Elias. (*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved