Berita Kota Kupang

‎Musrenbang RPJMD NTT, ‎Mendagri Sarankan Ini Kepada Pemprov NTT

berdasarkan indikator makro ekonomi dan postur belanja APBD, maka Pemprov NTT harus merumuskan kebijakan keuangan daerah.

‎Musrenbang RPJMD NTT,   ‎Mendagri Sarankan Ini Kepada Pemprov NTT
POS KUPANG/OBY LEWANMERU
Suasana acara Musrenbang RPJMD NTT Tahun 2018-2023 di Hotel Aston, Jumat (23/11/2018). 

Laporan Reporter POS-KUP‎ANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM|KUPANG -- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberi saran kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT agar dalam merumuskan kebijakan keuangan daerah yanh antisiptif dalam dokumen RPJMD tentang optimalissi belanja langsung yang daya ungkit dapat mendong investasi daerah.

Hal ini disampaikan Dirjen Bina Pembangunan Daerah, Kemendagri, Ir. Diah Indrajati, M.Sc pada acara Musrenbang RPJMD NTT Tahun 2018-2023.

Acara ini berlangsung di Hotel Aston, Jumat (23/11/2018).

Baca: Bandara Ende Saat Ini Untuk Sementara Aman Dari Sampah

Baca: FKUB Sikka Gelar Sosialisasi Nilai Sakral Agama

Baca: Pjs Sekda Nagekeo Senang Ada Kebijakan dari Kemenpan RB Terkait Seleksi CPNS

Menurut Diah, berdasarkan indikator makro ekonomi dan postur belanja APBD, maka Pemprov NTT harus merumuskan kebijakan keuangan daerah.

‎"Kebijakan itu bisa mendorong kegiatan investasi di daerah dan diharapkan dapat menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran!" kata Diah.

Dikatakan, penyusunan RPJMD dilaksanakan dengan mengintegrasikan program-program yang telah ditetapkan dalam indikasi program perwujudan struktur ruang dan pola dengan mengakomodir,penyusunan rencana rinci tata ruang kawasan strategis provinsi sebagai operasionalisasi dari RTRW provinsi.

Hal lain sebagai saran dan masukan, lanjut Diah, yakni perlu dilakukan sinkronisasi program antar sektor dengan mengedepankan perencanaan berbasis wilayah untuk mewujudkan misi kepala daerah dalam membangun NTT sebagai salah satu gerbang dan pusat pengembangan pariwisata nasional.

‎Sementara Agung Widodo dari Direktorat Pengembangan Wilayah dan Kawasan -Bappenas ‎mengatakan, tantangan utama pembangunan nasional adalah stunting‎, kepesertaan JKN meningkat dan bidang ekonomi.(*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved