Opini Pos Kupang

Menafsir Intoleransi Guru

Hasil survei Pusat Pengkajian Islam dan Masyarkat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah tahun 2018 cukup mengejutkan.

Menafsir Intoleransi Guru
ilustrasi

Ketiga, intoleransi akan kian menipis sejalan dengan kontrol atas proses perekrutan dan pendidikan para guru. Jaminan hidup yang semakin menggiurkan yang diberikan kepada guru mestinya diikuti dengan proses seleksi yang ketat sehingga hanya pribadi terbaik dengan kompetensi kepribadian yang mengagumkan dapat menjadi guru.

Kita kita mengimpilkan bahwa lembaga pendidikan guru tidak dibangun seadanya dan terkesan boleh dibangun siapapun, tetapi merupakan institusi terpilih dengan program unggulan (termasuk pelajaran multikulturalisme terutama intereligiusitas) serta pengawasan yang ketat.

Mereka digembleng karena yakin bahwa guru adalah profesi satu-satunya yang menjadi tempat lahir semua profesi lain. Karena itu penataan pendidikan guru adalah pembentukan wadah kokoh untuk semua profesi lain.

Intoleransi yang meluas mesti mengkhawatirkan tidak saja diletakkan sebagai awasan agar membenahi pendidikan guru kita secara lebih sistematis, tetapi juga menjadi sebuah kejadian yang perlu ditafsir secara lebih konstruktif sebagai sebuah peluang untuk membenahi para calon guru kita. *

Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved