Berita Kabupaten Sikka Terkini

Kabupaten Sikka Terendah Serapan ADD di NTT

Hasil evaluasi BPMD Provinsi NTT menempatkan Kabupaten Sikka pada posisi terendah dari semua kabupaten di NTT dalam penyerapan ADD 2018.

Kabupaten Sikka Terendah Serapan ADD di NTT
POS-KUPANG.COM/EGINIUS MO’A
Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo memberikan sambutan pada pembekalan caleg kabupaten dan provinsi di Aula St.Camilus Kota Maumere, Selasa (20/11/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eginius Mo'a

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Hasil evaluasi BPMD Provinsi NTT menempatkan Kabupaten Sikka pada posisi terendah dari semua kabupaten di NTT dalam penyerapan alokasi dana desa (ADD) 2018.

Ketua Fraksi Amanat Nasional DPRD Sikka, Philipus Fransiskus mengatakan, masih banyak desa di Sikka tidak mampu mengelola ADD.

"Sudah dua tahun ini ada desa yang tidak melaksanakan pembangunan karena tidak dapat mempertanggungjawabkan APBDes 2016 dan 2017 seperti di Desa Lela," ujar Philipus kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (22/11/2018) di Maumere.

Baca: Istri Empat Menteri Kunjungi Dua Desa di Malaka, Ternyata Ini yang Mereka Pantau

Keadaan ini ironi dengan kenaikan ADD 2019 sebesar Rp 27.052.619.000. Ia mengharapkan realisasi ADD maksimal dan bermanfaat bagi masyarakat.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, dalam jawaban pemerintah, Kamis (22/11/2018) atas pemandangan umum Fraksi PAN DPRD Sikka terhadap pidato pengantar RAPBD 2019 menjelaskan, rendahnya penerapan ADD disebabkan kualitas sumber daya manusia aparatur desa dan pendampingan yang belum optimal.

Baca: Tidak Menentu Tunjangan Tambahan Penghasilan 76 PPL di Sikka, Ini Jawaban Bupati Idong

Dikatakanya, penyerapan ADD tahap pertama 62,02 persen dan tahap kedua 26,18 persen. "Pemerintah sudah lakukan rakor percepatan pencairan ADD awal November 2018," imbuh Roby, Fransiskus Roberto Diogo. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved