Berita NTT

Ini 5 Fakta Baru Rencana Gubernur NTT Viktor Laiskodat Tutup Akses Masuk Ke Taman Nasional Komodo

5 Fakta Baru Rencana Gubernur NTT Viktor Laiskodat Tutup Akses Masuk Ke Taman Nasional Komodo

Ini 5 Fakta Baru Rencana Gubernur NTT Viktor Laiskodat Tutup Akses Masuk Ke Taman Nasional Komodo
POS KUPANG/SERVAN MAMMILIANUS
Ini 5 Fakta Baru Rencana Gubernur NTT Viktor Laiskodat Tutup Akses Masuk Ke Taman Nasional Komodo 

Ini 5 Fakta Baru Rencana Gubernur NTT Viktor Laiskodat Tutup Akses Masuk Ke Taman Nasional Komodo.

POS-KUPANG.COM -  Ini 5 Fakta Baru Rencana Gubernur NTT Viktor Laiskodat Tutup Akses Masuk Ke Taman Nasional Komodo

Akses menuju Taman Nasional Komodo direncanakan akan ditutup.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur NTT Viktor Laiskodat.

Menurut Viktor Bungtilu Laiskodat para pengunjung yang ingin menyaksikan komodo harus membayar biaya yang mahal.

Menghadapi Tahun Politik, Andika Perkasa Janji akan Menjunjung Tinggi Prinsip Netralitas TNI

 Dituding Pemicu Kriminalitas, Kapolres Ende Tidak Mentolerir Peredaran Miras Ilegal

Pengusaha ini Dikabarkan Dekat dengan Princes Syahrini. Simak 7 Fakta Berikut

Viktor Laiskodat pun berencana akan membicarakan dengan pemerintah pusat agar menutup akses masuk ke taman nasional komodo.

Berikut fakta-fakta dibalik rencana penutupan taman nasional komodo yang dihimpund ari berbagai sumber:

1. TNK Eksotik dan satu-satunya di dunia.

Menurut Viktor Laiskodat, Taman Nasional Komodo itu luar biasa dan eksotik serta satu-satunya di dunia karena memiliki komodo tapi semua orang yang datang seenaknya bisa masuk.

"Sesuatu yang unik ini tidak lagi punya harga, sehingga ke depan, saya akan bicara dengan pemerintah pusat untuk kita tutup.

2. Bayar Miimal 500 Dollar

Menurut Viktor pihaknya akan membuat syarat, kalau masuk ke situ minimal harus bayar 500 dolar Amerika. Hal ini disampaikannya saat dialog bersama civitas akademika dan pimpinan perguruan tinggi se-daratan Timor, Alor, dan Rote Ndao 2018 di Hotel Aston Kupang, Rabu (21/11/2018) kemarin.

Sedangkan lanjut Viktor, jika kapal yang masuk ke area Taman Nasional Komodo, maka harus membayar 50.000 dolar AS.

Viktor Laiskodat mengatakan, jika komodo hanya satu-satunya di dunia, itu berarti tidak boleh semua orang datang.

3. Tidak Semua Bisa Nikmati TNK

Siapa pun bisa datang ke Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo, tetapi tidak berkesempatan bisa melihat komodo, karena hanya bagi mereka yang memiliki uang banyak.

 Naikan Berat Badanmu dengan Konsumsi Susu dan 2 Buah Ajaib Ini Guys

 Potret Harmonis Berdua Bukan Jaminan Bahagia. Fakta 6 Artis yang Cerai Selain Gading & Gisel

 Peringati HUT, Dharma Wanita Persatuan Kota Kupang Gelar Lomba Tobelo

 Main Drama Korea Bareng Park Bo Gum, Song Hye Kyo Mengaku Dapat Restu dari Song Joong Ki

"Ini tempat langka, sehingga hanya khusus bagi mereka yang cukup uang saja.

Yang tidak cukup uang tidak usah datang karena tempat ini khusus buat orang yang luar biasa," tutupnya. 

4. TNK diambil alih oleh Pemprov NTT

 Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, mendorong dan meyakinkan pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) kabupaten itu bisa mencapai Rp 1 triliun.

Salah satu upaya untuk mencapai hal itu, yakni pengelolaan Taman Nasional Komodo (TNK) akan ambil alih oleh Pemerintah Provinsi NTT dari pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Dia menegaskan bahwa gubernur dan jajaran Forkompinda Provinsi adalah orang pusat yang mengurus daerah sehingga bila pengelolaan TNK dilimpahkan ke provinsi, artinya taman nasional itu masih tetap dikelola oleh pemerintah pusat.

5. Target PAD 1 Triliun



"Masa PAD di Mabar hanya Rp 100 miliar. Saya mau Rp 1 triliun. Manggarai Barat bupatinya orang top, wakil bupatinya hebat.

Masa omongnya hanya Rp 100 miliar, harus Rp 1 triliun. Kalau kita sudah punya target begitu, kita lihat potensi yang kita miliki," kata Viktor saat bertemu petinggi daerah Kabupaten Mabar tadi malam di Rumah Jabatan (Rujab) bupati.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (Baju Putih), saat meninjau proyek pembangunan areal komersil dan hotel milik PT ASDP di kawasan pelabuhan marina Labuan Bajo, Kamis (11/10/2018). 

Dia menegaskan bahwa perencanaan harus dibuat secara baik untuk mencapai PAD Rp 1 triliun itu.

"Kita punya Labuan Bajo, atraksinya begitu indah tetapi kita takut dalam cara merencanakannya. Maka kita harus duduk bersama. Rp 1 triliun itu kecil bagi Labuan Bajo. Di tangan kita ada Kejari, Dandim, Kapolres, Pengadilan, semuanya bekerja," kata Viktor.

Dirinya kata dia sudah bertemu dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar pengelolaan TNK dilimpahkan ke pemerintah provinsi NTT.

"Saya sudah minta menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, kami sudah rapat agar TNK dilimpahkan ke provinsi untuk mengelola itu.

Karena itu perlu kerja bersama, kerja cerdas dan kerja cepat," kata Viktor.
Disampaikannya, desain pembangunan Labuan Bajo bisa sama dengan Batam tetapi kepala otoritanya harus gubernur.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, saat memantau tempat kuliner yang baru di Kampung Ujung Labuan Bajo, Kamis (11/10/2018). 

Kisah Pengacara Kondang Hotman Paris Jaga Harga Diri Ibunya. Yuk Kepoin!

 Paula Verhoeven dan Baim Wong Gelar Akad Nikah, Ada Adegan Tangisan Sang Suami

Menantu Hendropriyono Letjen Andika Perkasa Dilantik Jadi KSAD Oleh Presiden Jokowi

"Desainnya boleh sama tetapi kepala otorita harus gubernur dan anggotanya Forkompinda Provinsi, pelaksana lapangan bupati," kata Viktor.

Dia menegaskan bahwa TNK harus dikelola oleh Pemerintah Provinsi NTT.

"Saya tidak akan pernah ragu berhadapan dengan siapapun. Saya akan menghadap presiden, kami tidak mau menerima orang pusat di sini karena kami adalah orang pusat yang ada di sini, kami yang kendalikan," tegas Viktor.(*)

Penulis: Maria Enotoda
Editor: maria anitoda
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved