Berita Nasional

Kasus Korupsi e-KTP! Keponakan Setya Novanto Kecewa Dituntut Berat Dibanding Terdakwa Lain

Alasannya hukuman yang diberikan kepada dirinya lebih berat dibandingkan terdakwa lain yang kini sudah berstatus narapidana.

Kasus Korupsi e-KTP! Keponakan Setya Novanto Kecewa Dituntut Berat Dibanding Terdakwa Lain
Tribunnews.com/ Theresia Felisiani
Keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi saat membacakan nota pembelaan Rabu (21/11/2018) di Pengadilan Tipikor Jakarta. 

POS KUPANG.COM - - Keponakan Setya Novanto,Irvanto Hendra Pambudi membacakan nota pembelaan dirinya ‎atas tuntutan jaksa yang menuntut pidana penjara selama 12 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Dalam pledoinya, Irvanto mengaku kecewa dengan tuntutan jaksa.

Baca: Ini yang Disebut Kaban PMD TTS ! Dua Kades Siap Masuk Penjara dan 15 Kades Menyusul

Baca: Ini yang Diungkap BIN ! 39 Persen Mahasiswa Ternyata Tertarik Paham Radikal

Alasannya hukuman yang diberikan kepada dirinya lebih berat dibandingkan terdakwa lain yang kini sudah berstatus narapidana.

"Tuntutan pada saya sangat berat‎, padahal pelaku-pelaku lain yang nyata-nyata mendapatkan keuntungan yaitu Irman, Sugiharto, Andi Agustinus, Anang Sugiana telah dituntut jauh lebih rendah dibanding saya," ucap Irvanto, Rabu (21/11/2018) di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Ada perbedaan yang mencolok antara tuntutan yang diberikan kepada dirinya dengan terdakwa lain dalam kasus e-KTP membuat Irvanto merasa diperlakukan tidak adil.

Baca: Hasil Pemeriksaan, Penyerang Polisi di Lamongan Diduga Terlibat Kelompok Teroris

"Saya sebagai orang awam hukum, sulit memahami perbedaan tuntutan mencolok itu karena tidak sepadan dengan saya yang hanya suruhan, kurir dan perantara untuk Setya Novanto. Saya tidak mendapatkan keuntungan apapun baik uang atau pekerjaan. Dimana keadilan itu," kata Irvanto.

Lebih lanjut Irvanto juga keberatan dengan jaksa KPK yang mengatakan bantahan dirinya tidak didukung bukti.

Irvanto menegaskan kejadian pembagian uang pada sejumlah anggota DPR seperti yang telah diungkap dirinya benar-benar terjadi.

Seluruh rincian pembagian uang, penerima hingga lokasi penerimaan sudah disampaikan Irvanto kepada penyidik.

Itu semua murni agar KPK dapat menguak lebih luas aliran uang e-KTP.

"Saya tetap menyampaikan hal itu walau saya tahu ada bantahan dari ppihak yang saya sampaikan itu," katanya.

Diketahui ‎Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, yang juga mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera, didakwa turut serta melakukan korupsi proyek e-KTP yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 2,3 triliun.

Dia didakwa bersama-sama dengan pengusaha Made Oka Masagung. Keduanya berperan menjadi perantara dalam pembagian fee proyek pengadaan barang atau jasa e-KTP ‎untuk sejumlah pihak.

Irvanto dan Made Oka juga turut serta memenangkan perusahaan tertentu dalam proyek itu. Atas perbuatannya, Irvanto dan Made Oka didakwa melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved