Berita Kabupaten Manggarai Barat

Hujan di Labuan Bajo Belum Berpengaruh Signifikan Terhadap Debit Mata Air PDAM

Hujan deras di Labuan Bajo yang terjadi dalam dua minggu terakhir belum berpengaruh signifikan terhadap semua sumber mata air yang digunakam PDAM

Hujan di Labuan Bajo Belum Berpengaruh Signifikan Terhadap Debit Mata Air PDAM
POS KUPANG/SERVAN MAMMILIANUS
Direktur PDAM Wae Mbeliling Labuan Bajo, Aurelius Hubertus Endo. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Hujan deras di Labuan Bajo yang terjadi dalam dua minggu terakhir belum berpengaruh signifikan terhadap semua sumber mata air yang digunakam PDAM untuk suplai ke para pelanggan.

Baca: Kasus Pelecehan Baiq Nuril Maknun, Mahfud MD Sebut Tidak Pertimbangkan hal-hal yang Subtansial

Dari beberapa sumber mata air, baru mata air Wae Moto yang debitnya cukup meningkat.

"Hujan belum berpengaruh signifikan terhadap semua sumber mata air. Debit yang cukup meningkat yaitu dari Wae Moto sebanyak 5 sampai 8 liter per detik. Selama ini mata air itu hanya 2 liter per detik," kata direktur PDAM Wae Mbeliling Labuan Bajo, Aurelius Hubertus Endo kepada POS--KUPANG.COM, Rabu (21/11/2018).

Menurut dia, bila curah hujan stabil dalam beberapa pekan ke depan maka debit air akan terus membaik di semua sumber air PDAM.

Baca: Hanura Target Satu Kursi Tiap Dapil di Propinsi dan Lima Kursi di Kabupaten

Baca: Masalah Air Bersih Selalu Jadi Keluhan! Walikota Kupang Diminta Fokus Visi Misi

Untuk diketahui, setelah beberapa kali hujan di Labuan Bajo, saat ini cuaca cerah kembali.
Selama musim kemerau di Labuan Bajo, warga sangat kesulitan untuk mendapatkan air bersih, terutama dari PDAM.

Pasokan air PDAM tidak stabil selama musim kemerau karena debit dari mata air menurun drastis.
Sebelumnya diberitakan, hotel mewah di Labuan Bajo ramai-ramai membeli air bersih dari mobil tangki akibat pasokan air PDAM berkurang.

Para pengelola hotel ada yang memaklumi bahwa suplai air PDAM turun drastis karena musim kering berkepanjangan sehingga membuat debit di mata air menurun.

Baca: Wah! Ternyata Angel Lelga Sudah Sering Berurusan dengan Polisi. Lihat Datanya

Namun ada juga pengelola hotel yang merasa janggal dan meminta PDAM harus meningkatkan kinerja pelayanannya.

"Dalam bulan ini kami agak sulit mendapatkan suplai air bersih dari PDAM, biasanya lancar ngga ada kendala. Kami memaklumi kondisi air saat ini karena terjadi musim kering berkepanjangan sehingga pasti berpengaruh pada debit di mata air. Kami baru bulan ini membeli air tangki seharga Rp 150 ribu," kata Resort Manager Hotel Luwansa Labuan Bajo, Sigit Endrasetyawan, kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (18/10/2018).

Di hotelnya, kata dia, sudah disediakan penampung air berukuran besar sehingga setiap kali air PDAM jalan, langsung ditampung. Selanjutnya suplai ke setiap kamar hotel menggunakan pompa.

Demikian juga yang disampaikan oleh General Manager (GM) Jayakarta Hotel, Inri da Costa.
"Sekarang kami membeli air tangki, harganya Rp 150 ribu per tangki. Satu hari kami bisa membeli 15 tangki air karena semua kamar hotel full, mana untuk tamannya, untuk loundri dan semua kebutuhan," kata Inri, Kamis siang.

Informasi yang dia peroleh dari bawahannya, suplai air PDAM tersendat karena ada yang rusak.

"Memang air dari PDAM keluar tetapi hanya sedikit, tidak kayak dulu," kata In.(*)

 
 

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved