Berita Pembunuhan Khashoggi

Donald Trump Dapat Rekaman Suara Bengis, Keji dan Mengerikan Terkait Pembunuhan Khashoggi

Donald Trump dengar rekaman suara bengis, keji dan mengerikan terkait pembunuhan Khashoggi, begini komentarnya.

Donald Trump Dapat Rekaman Suara Bengis, Keji dan Mengerikan Terkait Pembunuhan Khashoggi
net
Jamal Khashoggi 

Ditambahkannya, ia tidak ingin kehilangan sekutu baik. Trump berkali-kali menekankan pentingnya hubungan antara Amerika Serikat dan Arab Saudi.

Dalam berbagai kesempatan, Arab Saudi menepis tudingan bahwa Putra Mahkota Mohammed bin Salman terkait dengan pembunuhan wartawan yang kritis terhadap pemerintah Arab Saudi itu.

Baca: Kenangan Manis Awal Kisah Cinta Gading dan Gisella Anastasia, Kado Bunga Merah

Berkali-kali inkonsisten dalam memberikan penjelasan, Arab Saudi akhirnya mengakui bahwa Khashoggi dibunuh di Konsulat Saudi oleh orang-orang dalam 'operasi liar'.

Pekan lalu, Kejaksaan Agung mengatakan seorang perwira intelijen senior memerintahkan pembunuhan Jamal Khashoggi, bukan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Pihak penuntut umum telah mendakwa belasan orang terkait pembunuhan Khashoggi. Namun kecurigaan adanya keterlibatan dari tingkat tertinggi pemerintah Saudi terus mencuat dan negara itu terus pula mendapatkan tekanan untuk segera mengungkap dalang di balik kasus itu.

Anggota Asosiasi HAM (IHD) memegang foto Jamal Khashoggi dalam unjuk rasa di depan kantor Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki.
Anggota Asosiasi HAM (IHD) memegang foto Jamal Khashoggi dalam unjuk rasa di depan kantor Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki. (KOMPAS.com/AFP/BULENT KILIC)

Turki menyebut perintah pembunuhan datang dari tingkat tertinggi pemerintahan Arab Saudi.

Khashoggi datang ke Konsulat Arab Saudi di Istanbul untuk mengurus keterangan cerai dari istrinya sebagai salah satu persyaratan menikah dengan tunangannya warga negara Turki, Hatice Cengiz. (*)

* Kronologi Pembunuhan Jamal Khashoggi, Diduga Dibunuh Intelijen Saudi

Nasib Jurnalis Washington Post asal Arab Saudi, Jamal Khashoggi, masih belum menemukan titik terang meski sudah lebih dari dua minggu ia dikabarkan menghilang setelah mengunjungi kedutaan besar (kedubes) Arab Saudi di Istanbul, Turki.

Dilansir TribunWow.com dari BBC.com, Senin (22/10/2018), Pemerintah Turki menyakini bahwa Jamal Khashoggi dibunuh oleh tim intelijen Arab Saudi di dalam gedung dan mengatakan mereka memiliki bukti atas pembunuhan tersebut.

Halaman
1234
Editor: OMDSMY Novemy Leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved