Berita Kabupaten Lembata

9 Korban Tewas dalam Lakalantas di Lembata

Sebanyak 9 korban, tewas dalam kecelakaan lalulintas (lakalanta) di Kabupaten Lembata selama Januari sampai pertengahan November tahun 2018 ini.

9 Korban Tewas dalam Lakalantas di Lembata
pos kupang.com, frans krowin
Kasat Lantas Polres Lembata, AKP Amrin

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM| LEWOLEBA -- Sebanyak 9 korban, tewas dalam kecelakaan lalulintas (lakalanta) di Kabupaten Lembata selama Januari sampai pertengahan November tahun 2018 ini.

Hal tersebut disampaikan Kasat Lantas Polres Lembata, AKP Amrin, ketika ditemui Pos Kupang.Com di Lewoleba, Selasa (20/11/2018). Ia dihubungi terkait kasus lakalantas di daerah itu sepanjang tahun 2018 ini.

Baca: Kadiv Permasyarakatan Kanwil Kemenkumham Kalsel Jadi Korban Penyiraman Air Keras.Pelakunya?

Baca: Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat Bilang 10 Tahun PT Flobamor Tidak Punya Kontribusi

Dikatakannya, jumlah kejadian lakalantas di Lembata sebanyak 41 kasus. Dari jumlah kasus tersebut, korban yang mengalami luka ringan 44 orang dan luka berat 13 orang. Sedangkan yang meninggal dunia 9 orang. Korban yang meninggal dunia itu, lanjut Amrin, ada yang menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit, ada pula yang tewas di tempat kejadian perkara (TKP). Sementara kerugian material akibat lakalantas itu mencapai Rp 59.500.000.

Tentang pelaksanaan Operasi Zebra Turangga 2018 di Lembata, Amrin mengatakan, selama operasi tersebut ada satu kasus lakalantas dengan korban kuka ringan sebanyak 3 orang. Dalam kasus tersebur, kerugian material yang ditimbulkan Rp 250.000.

Dia menyebutkan, dalam Operasi Zebra Turangga 2018 itu, lebih mengutamakan penindakan pelanggaran lalu lintas dengan 7 prioritas. Pertama, pengendara yang menggunakan Hp pada saat berkendaran.

Kedua, lanjut dia, yaitu pengemudi yang melawan arus. Berikutnya, muatan lebih (pengendara sepeda motor yang berboncengan lebih dari 1 orang). Keempat, batas usia terutama pengemudi atau pengendara di bawah umur.

Kelima, pengemudi dan atau penumpang sepeda motor yang tidak menggunakan helm standar nasional Indonesia (SNI). Keenam, pengemudi atau pengendara yang menggunakan narkoba atau mabuk minuman keras miras dan terakhir, pengemudi yang melebihi batas kecepatan yang ditentukan. (*)

Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved