Berita Sumba Tengah

Siswa Kelas Awal di Tujuhbelas SD di Sumba Tengah Kini Kaya Aksara

Hal itu berkat 68 guru kelas awal di tujuh belas SD tersebut mengikuti pelatihan Kursus singkat kelas Literasi INOVASI tentang bagaimana cara belajar

Siswa Kelas Awal di Tujuhbelas SD di Sumba Tengah Kini Kaya Aksara
istimewa
LATIHAN--Para guru kelas awal di Sumba Tengah sedang mengikuti pelatihan dalam kegiatan KKG. 

Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Robert Ropo

POS-KUPANG. COM | WAIBAKUL---Para siswa kelas awal yakni kelas 1,2,dan kelas 3 di tujuh belas sekolah dasar (SD) di Kabupaten Sumba Tengah, pulau Sumba, Propinsi NTT yang awalnya miskin aksara kini menjadi kaya aksara.

Hal itu berkat 68 guru kelas awal di tujuh belas SD tersebut mengikuti pelatihan Kursus singkat kelas Literasi INOVASI tentang bagaimana cara belajar dan mengajar yang baik pada para siswa untuk membaca dalam program kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) yang dirintis oleh INOVASI kerja sama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dengan Pemerintah Australia.

Baca: Bupati Sumba Tengah Mendukung Legalkan Miras di NTT

Baca: DPRD Sumba Tengah Mendukung Terobosan Gubernur NTT Legalkan Miras

Distrik Fasilitator (DF) INOVASI Sumba Tengah Darmadi Veterando Sipayung menyampaikan itu kepada POS-KUPANG. COM, Selasa (20/11/2018).

Darmadi didampingi DF INOVASI Sumba Tengah lainya Charles Umbu Sulung mengatakan sebanyak 68 guru dari 17 Sekolah Dasar (SD) untuk kelas awal sebagai mitra INOVASI tersebut rata-rata belum mendapatkan pelatihan khusus di bidang Literasi selama ini. Hal ini diketahui dari pengakuan para guru itu sendiri dimana memang merasa kadang-kadang mendapatkan tekanan pada saat mengajar membaca kepada para siswa.

Kata Darmadi Hal ini diperkuat dengan bukti tes siswa pada kelas awal tersebut yang dilakukan di 17 sekolah itu ditemukan baik kelas 1,2 dan bahakan kelas 3 di masing-masing SD itu belum mengenal huruf.

"ini dari dokumentasi yang dilakukan sebelum ada intervensi dari INOVASI rata-rata di kelas awal itu sangat miskin aksara. Melalui program latihan kursus singkat kelas Literasi INOVASI kita sudah menegaskan pentingnya lingkungan kaya aksara kepada guru,"ungkap Darmadi.

Kata dia disetiap pelatihan pihaknya memberikan dengan menyasar tema yang berbeda, namun ditahap awal yang diutamakan adalah menciptakan lingkungan belajar atau kelas yang literat.

Lingkungan kaya aksara tersebut, kata Darmadi, dimaksudkan para siswa terekspose dengan media cetak baik itu media pembelajaran seperti pajangan karya siswa, dinding kata, kartu kata, pohon ilmu dan masih banyak media pembelajaran literasi lainya. Sehingga guru dapat menciptakan lingkungan belajar bukan hanya literat tapi juga menarik minat siswa untuk termotivasi untuk belajar membaca.

Dikatakan Darmadi diunit 3 pada semua claster di Sumba Tengah temanya yakni dengan Tema kesadaran Fonologis. Ini menekankan pentingnya mengenal bunyi bahasa lisan yaitu bunyi huruf, suku kata dan bunyi kata.

Halaman
12
Penulis: Petrus Piter
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved