Berita Kota Kupang

Geger dan Cerpen Gelar Pensi! Satu Jalan Memerdekakan Diri dari Tembok Universitas

Pensi ini dimeriahkan oleh 240 peserta, dengan tujuh mata acara yaitu drama, paduan suara, vocal grup, tarian, dance, puisi, dan parodi.

Geger dan Cerpen Gelar Pensi! Satu Jalan Memerdekakan Diri dari Tembok Universitas
POS KUPANG.COM/AMBUGA LAMAWURAN
foto bersama peserta pentas seni di Aula Ben Boi, Kota Kupang, Sabtu (17/11/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ambuga Lamawuran

POS-KUPANG | KUPANG - Komunitas Gembel-gembel Reformasi (Geger) bersama Angkatan Cerpen (Cerita Persahabatan) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar pentas seni (Pensi) di Aula Ben Boi, Kota Kupang, Sabtu (17/11/2018).

Pensi ini dimeriahkan oleh 240 peserta, dengan tujuh mata acara yaitu drama, paduan suara, vocal grup, tarian, dance, puisi, dan parodi.

Baca: Film A Man Called Ahok Tembus Satu Juta Penonton ! Ahok: Terima Kasih Atas  

Baca: Bank NTT dan LPJ Haumeni Juara Turnamen Bola Voli Pemuda Sinode GMIT CUP II

Ketua panitia pensi, Ignasius Marco Bulang (19), mengaku bahagia walau event ini digelar di luar area universitas.

Ignasius mengatakan, pentas seni yang digelar ini, merupakan tradisi tahunan di PBS Undana, dan untuk menyukseskan event kali ini, mereka telah berlatih sejak 9 September 2018 lalu.

"Sebelumnya, Prodi PBS sepakat kami menggelar di kampus, dengan catatan kami akan tampil bersama dalam acara purnabakti dosen. Acara itu rencananya digelar di ruang terbuka, dan kami merasa beberapa acara tidak akan terwakili dalam suasana terbuka seperti itu. Selain itu, ada beberapa hal lain yang membuat kami harus mengambil langkah menggelar di luar kampus," kata Ignasius kepada POS-KUPANG.COM usai pementasan, Sabtu (17/11/2018).

Karena itulah, ujarnya, mereka bekerja sama dengan Komunitas Geger untuk menggelar pensi ini di Aula Ben Boi.

Mahasiswi semester lima itu mengatakan, pensi yang digelar hari ini menjawabi kerja keras mereka selama dua tahun terakhir.

"Kami telah merencanakan ini selama dua tahun. Kami berlatih, berdiskusi, mencari dana, dan akhirnya bisa digelar walaupun di luar kampus kami," terangnya.

Dia berharap, mahasiswa semester awal PBSI Undana tetap menggelar tradisi tahunan ini, apapun kendalanya.

Halaman
123
Penulis: Lamawuran
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved