Berita Kabupaten Belu

Satgas Pamtas RI-RDTL Musnahkan Barang Bukti Penyelundupan

Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif 743/PSY melakukan pemusnaan barang bukti yang digagalkan aparat saat penyelundupan.

Satgas Pamtas RI-RDTL Musnahkan Barang Bukti Penyelundupan
POS KUPANG/TENY JENAHAS
Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif 743/PSY melakukan pemusnaan barang bukti yang digagalkan aparat saat penyelundupan di Mako Satgas Yonif 743/PSY, Desa Umanen, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu, Jumat (16/11/2018). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM| ATAMBUA--Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif 743/PSY melakukan pemusnaan barang bukti yang digagalkan aparat saat penyelundupan.

Pemusnahan barang bukti ini dilakukan dengan cara membakar yang bertempat di Mako Satgas Yonif 743/PSY, Desa Umanen, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu, Jumat (16/11/2018).

Baca: Bukan Hanya Jumlah, Lihat Juga Deretan Aksi Tagana di NTT

Baca: Wabup Mabar Pesan Biji Kelor Dari Maumere Untuk Pengembangan

Baca: Gubernur dan Ketua DPRD NTT Jadi Warga Kehormatan KKSS

Hadir saat itu, Dansatgas Pamtas RI-RDTL Yonif 743/PSY beserta jajaran, pejabat dari Kantor Bea Cukai, Kasdim 1605/Belu, perwakilan Polres Belu,
perwakilan Dansub Denpom, perwakilan BNPP dan Camat Atambua Barat.

Dansatgas Pamtas RI-RDTL Yonif 743/PSY, Mayor I Putu Tangkas Wiratawan mengatakan, selain tugas pokok menjaga wilayah perbatasan, Satgas Pamtas juga mencegah adanya kegiatan ilegal dari orang yang melintas tanpa disertai dengan dokumen surat-surat yang asli.

Baca: Rumitnya Pengurusan Dokumen Persoalan Utama TKI Jadi Ilegal

Baca: Pemkab Mabar Masih Tunggu Pergub Moratorium Tenaga Kerja

Baca: Tema Seminar Internasional Pertama Poltekkes Kemenkes Kupang Dinilai Sangat Menarik

Selama kurun waktu tugas sekitar 10 bulan, Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif 743/PSY sudah melakukan pengagalan penyelundupan BBM sebanyak 6.110 liter atau 6,1 ton yang terdiri dari
bensin, solar dan minyak tanah

Dari jumlah ini dapat disimpulkan bahwa masalah penyelundupan barang masih banyak terjadi sehingga masalah ini menjadi perhatian serius dari setiap unsur terkait. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved