Berita Kabupaten Manggarai Barat

Wabup Mabar Menilai Perhatian Serius Kepada SMK Bisa Mendukung Moratorium Tenaga Kerja

Wakil Bupati (Wabup) Manggarai Barat (Mabar) Maria Geong, mendukung kebijakan Gubernur NTT untuk moratorium tenaga kerja.

Wabup Mabar Menilai Perhatian Serius Kepada SMK Bisa Mendukung Moratorium Tenaga Kerja
POS KUPANG/SERVAN MAMMILIANUS
Wakil Bupati (Wabup) Mabar, Maria Geong saat ditemui wartawan, Jumat (18/5/2018). 

Laporan Reporter POS--KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Wakil Bupati (Wabup) Manggarai Barat (Mabar) Maria Geong, mendukung kebijakan Gubernur NTT untuk moratorium tenaga kerja.

Dia menilai kebijakan positif itu harus diperkuat dengan berbagai pola, salah satunya dengan memperhatikan SMK-SMK yang tersebar di NTT.

Menurutnya, menyelesaikan masalah tenaga kerja di NTT memang sangat perlu moratorium tetapi tidak cukup hanya sampai di moratorium saja.

Baca: Hebatnya Pencuri Laptop, Sempat Makan Nasi di Kos Dokter

Baca: Sang Ayah Alami Firasat Ini, Begini Kisah Cucunya Wiranto Mati Terpeleset di Kolam Ikan

Baca: Penampilan Nia Ramadhani Saat Menghadiri di Ulang Tahun Aburizal Bakrie!

"Keberadaan SMK harus lebih diperhatikan lagi. Sekarang SMK itu kewenangannya ada di pemerintah provinsi.Jurusan-jurusan di SMK itu harus sesuai dengan kebutuhan di kabupaten atau kota tempat sekolah berada," kata Maria saat ditemui di ruangan kerjanya, Jumat (16/11/2018).

Dia menjelaskan bahwa masalah tenaga kerja juga sangat erat kaitannya dengan keahlian atau keterampilan yang dimiliki oleh setiap calon tenaga kerja.

Sehingga keberadaan SMK harus lebih diperhatikan sebagai lembaga yang mampu melahirkan calon tenaga kerja yang memiliki keterampilan atau keahlian siap pakai.

"Kebanyakan SMK yang ada seperti di Manggarai Barat ini, memiliki jurusan pertanian dan peternakan. Sebaiknya juga jurusan lain perlu dibuka," kata Maria.

Beberapa jurusan yang menurut dia sangat menunjang masa depan peserta didik untuk bekerja sesuai keterampilannya, yaitu desain dan program kerajinan.

Misalnya kerajinan bambu; kerajinan kayu; tenun ikat; kerajinan untuk anyaman topi atau tas; menjahit dan yang lainnya serta jurusan di bidang pelayanan pariwisata.

Beasiswa untuk siswa-siswi berprestasi dan dari keluarga kurang mampu di SMK juga kata dia harus disiapkan secara baik.

"Saya pikir apa yang ditetapkan oleh gubernur untuk moratorium tenaga kerja merupakan upaya positif, terutama bagi yang tidak memiliki skill. Kebijakan itu harus diikuti oleh upaya lain yang perlu dilakukan agar calon tenaga kerja bisa mendapatkan pekerjaan di NTT sendiri," kata Maria.

Dia menegaskan semua calon tenaga kerja harus memiliki keahlian atau keterampilan. Baik lewat pendidikan di SMK maupun lewat pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK).

Selama ini kata dia, salah satu kendala tenaga kerja kita adalah pendidikan dan keahlian. Menurutnya masih ada calon tenaga kerja yang pergi ke luar mencari kerja, ternyata hanya tamat SD tetapi ada juga yang tamat SMP atau SMA.

Ada juga yang tidak miliki pendidikan formal," kata Maria.(*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved