Berita Seminar Nasional Anti Suap

Walikota Kupang Jefri Riwu Kore Tantang Karel Karni Lando Bersihkan Kota Kupang Dari Suap

Walikota Kupang DR. Jefri Riwu Kore tantang Ir, Karel Karni Lando bersihkan Kota Kupang dari kejahatan suap dan korupsi.

POS-KUPANG,COM - Walikota Kupang DR. Jefri Riwu Kore tantang Ir, Karel Karni Lando bersihkan Kota Kupang dari kejahatan suap dan korupsi.

Tantangan ini disampaikan Walikota Jefri dalam seminar nasional  Implementasi Anti suap dan anti korupsi, dengan tema bersama kita perangi suap dan korupsi di NTT dengan ISO 37001:2016 tentang sistem manajemen anti suap.

Seminar ini dilaksanakan oleh Pos Kupang dan RINA, bertempat di Aula Harian Pagi Pos Kupang, Selasa (13/11/2018) sore.

Baca: VIDEO:Pemprov NTT Dan Pemkot Kupang Buka Diri Menerapkan ISO 37001:2016 Anti Suap

Seminar itu menghadirikan lima pembicara yakni  Wakil Gubernur NTT, Drs. Yosep Naesoi, MM; Walikota Kupang, Dr. Jefry Riwu Kore; Kepala Badan Sertifikasi Internasional Anti Suap, Ir. Karel Karni Lando, serta RINA Certification Asia Region, Fiato Luigi. Serta Komisi Ahli Kementerian Pertanian RI, Prof. Dr. Syafril Daulay.

Seminar dihadiri puluhan pejabat TNI/Polri, aparat penegak hukum yakni Polisim Jaksa, Hakim serta pihak Bandara Angkasa Pura, akademisi, pimpinan LSM, Ombudsman NTT dan tokoh agama dan masyarakat umum.

Pembicara dalam Seminar Nasional Implementasi Anti Suap dan Anti Korupsi dengan ISO 37001:2016, di Aula Pos Kupang, Selasa (13/11/2018).
Pembicara dalam Seminar Nasional Implementasi Anti Suap dan Anti Korupsi dengan ISO 37001:2016, di Aula Pos Kupang, Selasa (13/11/2018). (POS-KUPANG/NOVEMY LEO)

Walikota Jefri mengatakan,beberapa waktu lalu pihaknya mendapatkan informasi dari salah satu majalah bahwa Kota Kupang  menjadi kota paling korupsi nomor 1. Hal ini membuatnya dan wakil walikota berkomitmen untuk bisa mengubah kondisi itu dengan berbagai komitmen dan strategi.

"Kita mengalokasikan SK untuk transaksi non tunai, semua tidak boleh  ada pembayaran tunai tapi non tunai. Memang masih ada kendala tapi setidaknya sudah mulai dilakukan," kata Jefri yang menegaskan pihaknya selalu bertindak tegas namun tidak akan gegabahdan tidak main hantam kromo.

Baca: Mau Cegah Tindak Pidana Suap Dan Korupsi di NTT Dengan Sistem ISO 37001:2016, Manjurkah?

"Pembenahan diri perlu waktu dan tenaga serta sistem. Dan kita mulai dari yang paling esensial yakni penataan anggaran di tahun ini. Kita sisir semua pengeluaran sehingga anggaran benar-benar dipakai secara efisien dan transparan untuk semua," kata Jefri.

Menurut Jefri, korupsi masih ada di Kota Kupang dan hal itu masih berlaku masif.

"Di Kota Kupang ini masih ada slogan, kalau bisa bikin susah kenapa mesti bikin gampang. Slogan itulah yang akan bersama-sama kita hilangkan. Saya menantang Pak Karel bisa benar-benar mau membantu Kota Kupang untuk bebas korupsi dan suap. Kalau memang bisa kita bekerjasama, apa yang bapak perlu kami siapkan, termasuk sistem aka kita siapkan," kata Jefri.

Jefri juga menegaskan pihaknya membuka diri menerima standar ISO 37001:2016 tentang anti suap guna mensejahterakan masyarakat  Kota Kupang dan NTT.

Baca: Seminar Nasional Anti Suap dan Anti Korupsi di NTT! Cegah Korupsi Dengan ISO 37001:2016

Lebih jauh Jefri mengatakan, dirinya tidak anti kritik tapi pihaknya membutuhkan kritik yang konstruktif bagi upaya peningkatan pelayanan dan pembangunan daerah dan masyarakat.

Pemkot Kupang juga berkomitmen mengkampanyekan anti suap dan anti korupsi guna upaya meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat. Dan untuk membangun sistem anti suap dan anti korupsi perlu dibentuk kerangka hukum dengan melihat substansi, struktur dan kultur. (*)

Penulis: OMDSMY Novemy Leo
Editor: OMDSMY Novemy Leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved