Berita Pilpres

Cawapres Nomor Urut 01 Ma'ruf Amin Dilapor ke Bawaslu Atas Tuduhan Penghasutan

Ma'ruf Amin dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) atas dugaan penghasutan dan mengganggu ketertiban dalam kampanye.

Cawapres Nomor Urut 01 Ma'ruf Amin Dilapor ke Bawaslu Atas Tuduhan Penghasutan
KOMPAS.com/ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK A
Rais Aam PBNU, Maruf Amin memberikan keterangan pers di gedung PBNU, Jakarta, Kamis (9/8/2018). Maruf Amin dipilih sebagai calon wakil presiden pendamping Joko Widodo dalam Pemilihan Presidan dan Wakil Presiden 2019. 

"Kenapa sih enggak pilih bahasa, pilihan kata yang enak, yang sejuk, yang damai. Kami anjurkan untuk berkampanye yang damai," ujar Zainal.

Baca: Garuda dan Citilink Sediakan Wifi Gratis untuk Penumpang Saat Terbang Mulai 2019

Baca: Sriwijaya Air dan Nam Air Diambil Alih Citilink

Dalam aduannya, pelapor membawa bukti berupa 3 lembar print out berita dari media massa mengenai ucapan Ma'ruf dan video seorang penyandang disabilitas bernama Bambang Priyanto yang menyatakan kekecewaannya atas ucapan Ma'ruf.

Sebelumnya, Ma'ruf Amin menyebut kata budek dan buta untuk menarasikan orang yang tidak mendengar dan melihat prestasi Jokowi dalam pemerintahan.

Pernyataan itu disampaikannya di Rumah Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (12/11/2018). (Kompas.com/Fitria Chusna Farisa)

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Ma'ruf Amin Dilaporkan karena Bilang 'Budek' dan 'Buta', Dituding Menghasut Saat Kampanye, http://medan.tribunnews.com/2018/11/14/maruf-amin-dilaporkan-karena-bilang-budek-dan-buta-dituding-menghasut-saat-kampanye.

Editor: Liston Damanik

Editor: Agustinus Sape
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved