Berita Kabupaten Lembata Terkini

Penjual Ikan Dilarang Berjualan di Taman Kota

Para penjual ikan dilarang berjualan di Taman Kota Lewoleba dan sekitarnya.

Penjual Ikan Dilarang Berjualan di Taman Kota
ISTIMEWA
Aparat Satpol PP saat menertibkan pedagang ikan yang berjualan di sekitar Taman Kota Lewoleba, Senin (12/11/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Para penjual ikan dilarang berjualan di Taman Kota Lewoleba dan sekitarnya. Dilarang pula berjualan di toko atau tempat umum lainnya di kota itu.

Larangan kepada para penjual ikan itu disampaikan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lembata, Petrus Kanisius Payong Making di Lewoleba, Senin (12/11/2018).

Dia mengatakan itu setelah pekan sebelumnya Satpol PP menertibkan sejumlah penjual ikan dan meminta mereka untuk berjualan di Pasar Pada dan Pasar Lamahora saat siang dan Pasar TPI pada sore hingga malam hari.

Baca: Dana Desa Tahap III Tahun 2018 Senilai Rp 55 M Terancam Hangus, Ini Penyebabnya

Dikatakannya, larangan berjualan ikan di Taman Kota dan sekitarnya itu bukan tanpa alasan. Larangan itu disampaikan karena peraturan daerah tidak membolehkan pedagang ikan berjualan pada tempat-tempat yang telah disebutkan. Misalnya tak boleh berjualan di kompleks pertokoan, di pinggir-pinggir jalan dalam kota, di taman kota dan lainnya.

Baca: DPT Legislatif dan Pilpres Sumba Barat Naik Menjadi 79.398 Pemilih

Selama ini, lanjut Kanis, pemerintah telah menyiapkan tempat jualan ikan di dalam pasar. Karena itu bila ada pedagang yang tidak mematuhinya berarti akan dijaring dalam operasi penertiban yang dilakukan secara rutin oleh aparat polisi pamong praja.

"Kami minta para pedagang mematuhi aturan itu. Karena jika dilanggar maka pedagang tersebut akan terkena razia penertiban. Agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan, maka kami berharap penjual ikan memahami hal itu," ujar Kanis.

Kanis menuturkan, larangan itu tak semata demi terlaksananya peraturan daerah tetapi juga untuk menciptakan kota Lewoleba yang bersih, rapih dan indah. Jika Lewoleba bersih maka hal itu baik untuk keindahan juga kerapihan.

"Pemerintah telah menjadikan pariwisata sebagai lokomotif utama pembangunan daerah ini. Dengan demikian Lewoleba sebagai kota kabupaten harus dijaga kebersihannya oleh semua komponen masyarakat termasuk pedagang ikan," tandas Kanis. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved