Berita Puisi

Ini Loh, Puisi-Puisi Edisi Minggu Ini, Kepoin Yuk

Di depan bunga-bunga kata yang sayup mengering,Lidahku mencecap gelisah. "Aku takut rezekiku hilang dan hariku lenyap"

Ini Loh, Puisi-Puisi Edisi Minggu Ini, Kepoin Yuk
ILS
Ilustrasi Hujan 

Aku ingin sepertimu
Dengan ombak yang terus berkejaran
Seperti pasang yang tak ego pada surut
Bukan aku yang selalu dibakar
Aku ingin sepertimu
Dengan dinding batu yang begitu kokoh
Seperti laut yang tak akan habis
Bukan aku yang hangus dilalap

Aku mau dirimu
Yang begitu manja pada senja
Juga pada karang yang menarik
Tidak aku yang terus mati suri

Aku ingin dirimu
Dengan pesona yang luar biasa
Seperti pasir yang tak akan sirna
Tidak aku yang selalu binasa..

Hutan Lautan Api

Kala ku Menatapmu Pilu
Dipanggang habis tanpa kasihan
Diratakan tanpa ampunan
Kau hanya terdiam

Pernah ku melihatmu hancur
Tanpa batang bahkam akar
Merana pada padang gersang nan panas
Kau hanya terdiam

Ladang hijau yang mati suri
Dibakar gosong tanpa malu
Oleh tangan-tangan jahil yang bengis
Kau tetap terdiam

Ku tahu kau lara
Ditinggal air
Dijujam api
Namun kau tetap terdiam

Entah sampai kapan begini
Mungkin sampai manusia sadar
Kemudian mulai menyesal
Bahwa tanpa kau mereka mati

Ku pernah memandangmu lara
Menggerutu dalam diam
Mengeluh tanpa suara
Menahan sakit yang teramat kejam

Ku mengerti kau sakit
Bukit hijau yang kini gundul
Termakan api, direnggut panas
Kau tetap terdiam

Bukit hijau dilahap habis
Dimakan rakus si jago merah
Dibinasakan dengan keji
Tanpa tahu, tanpa mengerti
Ibu pertiwi tersakiti..
(Siswi SMAN 1 Solor Barat, Kabupaten Flores Timur)

Penulis: PosKupang
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved