Berita Kabupaten TTS Terkini

Dituding Gunakan Uang PIP untuk Siswa, Begini Penjelasan Kepsek SD Negeri Niki Niki IV

Kepala Sekolah SD Negeri Niki Niki IV, Maria Benu dituding menyelewengkan uang program Indonesia pintar (PIP) bagi 40 siswa-siswi.

POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Kepala Sekolah SD Negeri Niki Niki IV, Maria Benu 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota

POS-KUPANG.COM | SOE - Kepala Sekolah SD Negeri Niki Niki IV, Maria Benu dituding menyelewengkan uang program Indonesia pintar (PIP) bagi 40 siswa-siswi.

Total uang senilai Rp 16.800.000 yang diketahui sudah cair sejak 8 Februari 2017 diduga digunakan Maria untuk keperluan priadinya.

Aksamina Nuban, ibu kandung Priska Nenotek, salah satu penerima PIP mengaku geram dengan ulah Maria Benu. Pasalnya, hak anaknya dimakan oleh oknum kepala sekolah tersebut.

Baca: Ini yang Dilakukan Pemprov NTT Untuk Menanggulangi HIV/AIDS

Uang yang seharusnya digunakan untuk membiayai keperluan sekolah anaknya, justru digunakan oknum kepala sekolah tersebut.

"Pak, siapa yang tidak marah kalau uang yang menjadi hak kami diambil orang. Ini uang untuk beli peralatan sekolah tetapi 'dimakan' kepala sekolah. Makanya kami tuntut kepala sekolah harus ganti. Kalau tidak ganti kami bawah masalah ini ke pihak kepolisian," ujar Aksamina dengan nada kesal.

Baca: Kelapa Muda, Bisnis Menggiurkan di Kota Kupang

Kekesalan terhadap ulah oknum kepala sekolah juga diungkapkan Vince tusi (43), warga Desa Maunum, Kecamatan Amanuban Tengah. Pasalnya uang PIP anaknya, Jerikson Kamlasi digunakan oknum kepala sekolah SD Negeri Niki-niki IV. Uang senilai Rp 225.000 yang seharusnya diterima anaknya pada 2017 lalu, justru diambil secara diam-diam oleh kepala sekolah.

"Kami sudah lakukan pertemuan dengan kepala sekolah dan dia janji tanggal 19 Desember mau ganti uang anak kami. Kalau berani sampai tanggal 19 dia tidak ganti kita lapor polisi. Ini uang anak kami untuk biaya sekolah tolong dikembalikan," pintanya dengan nada kesal.

Kepala Sekolah SD Negeri Niki Niki IV, Maria Benu, yang dikonfirmasi POS-KUPANG.COM di ruang kerjanya, Senin (12/11/2018) membenarkan belum diberikan uang PIP tahun 2016 hak 40 siswa senilai Rp 16.800.000.

Ia mengaku, jika uang PIP sudah diambilnya dan simpan di rumahnya. Namun, sebelum dibagikan kepada anak-anak, uang tersebut diakuinya sudah hilang dicuri orang.

Anehnya, kasus pencurian tersebut tidak dilaporkannya ke pihak kepolisian. Ia beralasan, uang tersebut dicuri roh halus.

"Ini kelemahan saya sehingga tidak lapor kasus pencurian tersebut kepada pihak kepolisian. Saya sudah pergi ke tim doa, mereka bilang arwah mama saya marah dengan saya makanya uang tersebut diambil roh halus. Ini pintu dan jendela rumah tetap terkunci. Pintu lemari juga masih dalam keadaan terkunci tetapi anehnya uang PIP 10.000.000 hilang," tuturnya.

Terkait uang sisa Rp 6.800.000 yang belum sempat dicuri, Maria mengaku uang tersebut sudah digunakan untuk operasional kegiatan di sekolah.

Ia berjanji, tanggal 19 Desember mendatang dirinya akan mengembalikan seluruh uang PIP ke 40 siswa-siswi tersebut. Untuk itu, saat ini dirinya sedang mengajukan peminjaman uang di bank.

"Pak, saya minta maaf, saya janji tanggal 19 Desember mendatang saya akan kembalikan uangnya. Sekarang saya sudah pinjam uang di Bank untuk kasih kembali," janjinya. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved