Berita Kabupaten TTU

Fakultas Saintek Universitas Timor Gelar Expo Makanan Lokal! Ini Kegiatannya

tujuan kegiatan expo makanan lokal sebenarnya untuk mmemberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang pentingnya sentuhan saintek dalam menyelesaikan

Fakultas Saintek Universitas Timor Gelar Expo Makanan Lokal! Ini Kegiatannya
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Penanggung jawab kegiatan, Sefrinus Korbafo saat foto bersama dengan mahasiswa pada kegiatan expo makanan lokal di Unimor, Kamis (8/11/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) Univeritas Timor (Unimor) yang terdiri dari empat program studi (Prodi) diantaranya Prodi Kimia, Biologi, Teknologi Informasi, dan Matematika menggelar expo makanan lokal.

Kegiatan yang digelar bersamaan dengan seminar nasional tersebut dilaksanakan di Aula Fakultas Saintek Unimor, Kamis (8/11/2018). Beberapa mahasiswa dan dosen dari Universitas Nusa Cendana (Undana) dan Nusa Lontar Alor.

Baca: Jalan Nasional Reok-Dampek-Pota Sudah Disurvei Balai Pelaksanaan Jalan Nasional X

Penanggung jawab kegiatan yang juga menjabat sebagai Ketua Prodi Kimia Unimor, Sefrinus Korbafo, S.Si, M.Si mengatakan, tujuan kegiatan expo makanan lokal sebenarnya untuk mmemberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang pentingnya sentuhan saintek dalam menyelesaikan persoalan pangan.

"Adanya prodi-prodi saintek ini minimal mereka punya andil dan sebagai perguruan tinggi kami punya andil untuk membantu masyarakat menyelesaikan persoalan-persoalan misalnya persoalan pangan di daerah perbatasan ini," ujarnya.

Sefrinus mejelaskan, selama ini masyarakat sudah beralih dari pangan lokal ke bahan makanan seperti nasi. Hal itu karena masyarakat dimudahkan dengan adanya raskin dan bantuan lain sehingga melupakan makanan lokal seperti sorgum, jagung, ubi, dan putat," jelasnya.

Menurut Sefrinus, kegiatan expo makanan lokal paling tidak menambah wawasan pengetahuan mahasiswa atau dosen sehingga pengetahuan itu yang nantinya dibawa ke masyarakat untuk dapat diaplikasila.

"Contohnya sorgum, kalau kita dengan olahan biasa oleh orangtua kita, itu setiap hari diolah dengan cara yang biasa seperti itu terkesan membosankan. Nah kami menawarkan dengan inovasi, dengan sentuhan saintek sorgum itu kita bisa olah menjadi kue bolu sorgum, atau jadi kue talam sorgum, bubur manis sorgum.

Lanjut Sefrinus, dengan satu bahan baku, dapat oleh menjadi beberapa jenis makanan yang menarik dan membuat hasrat untuk mencobanya lebih tinggi ketimbang dengan setiap hari hanya masak dengan air, sehingga membuat bosan.

"Nah hadirnya prodi saintek itu terutama di daerah perbatasan kita ini menjadi pintu bagi Indonesia terutama bagi negara tetangga, seperti Timor Leste dan Australia, sehingga kita tidak ketinggalan karena kalau pengetahuan masyarakat didaerah perbatasan ini minim, suatu saat mungkin negara tetangga kita yang mengajarkan kita tentang inovasi saintek karena kita ketinggalan," ungkapnya. (*

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved