Berita Kabupaten TTU

Progres Pengerjaan Jalan Dalam Kota Kefamenanu Minus 6,03 Persen! Ini Persoalannya

-Progres pengerjaan proyek jalan dalam Kota Kefamenanu yang dilaksanakan oleh PT Gabriel Gabriela Jaya dengan nilai kontrak Rp. 8,9 Miliar lebih

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
/Kondisi pengerjaan proyek dalam Kota Kefamenanu oleh PT Gabriel Gabriela Jaya. Gambar diambil, Kamis (8/11/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU.-Progres pengerjaan proyek jalan dalam Kota Kefamenanu yang dilaksanakan oleh PT Gabriel Gabriela Jaya dengan nilai kontrak Rp. 8,9 Miliar lebih tersebut terkesan berjalan di tempat.

Pasalnya, dari progres yang ditargetkan sesuai dengan kontrak sebanyak 27 persen, PT Gabriel Gabriela Jaya hingga hari ini baru mampu merealisasikan progres sebanyak 20,97.

Baca: Ketua Komisi V DPR Fary Francis Sebut Harapan Warga Amfoang Terjawabi! Begini Harapan Warga Amfoang

"Sehingga minus progresnya sebanyak 6,03 persen," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PRKPP) Kabupaten TTU, Anton Kapitan kepada Pos Kupang di Kantor DPRD TTU, Rabu (7/11/2018) malam.

Atas keterlambatan itu, kata Anton, sebagai dinas teknis, pihaknya juga telah berupaya semaksimal mungkin untuk mempercepat pengerjaan proyek itu dengan meminta kepada PT Gabriel Gariela Jaya menambah armada dan tenaga dalam rangka mengejar ketertinggalan tersebut.

"Karena secara scedule, memang sudah ada pekerjaan-pekerjaan mana yang harus dilaksanakan untuk mengejar ketertinggalan ini. Sehingga kami meminta agar rekanan untuk dapat menambah armada dan tenaga supaya dapat mengejar ketertinggalan ini," ungkapnya.

Ditambahkan Anton, permintaan untuk dapat mempercepat pengerjaan dan mengejar ketertinggalan progres proyek kepada PT Gabriel Gabriela Jaya telah dilakukan baik itu secara tertulis maupun secara langsung.

"Permintaan untuk segera menambah armada dan tenaga sudah kita kepada kontraktor kontraktor baik disampaikan secara lisan maupun secara tertulis," tambahnya.

Dijelaskan Anton, keterlambatan progres pengerjaan fisik proyek jalan dalam Kota Kefamenanu yang dilakukan oleh PT Gabriel Gabriela Jaya belum masuk dalam kontrak kritis. Hal itu karena sesuai dengan aturan yang ada, dikatakan kontrak kritis apabila minus pekerjaan melebihi 10 persen.

"Kalau aturannya minusnya melebihi 10 persen maka dia masuk dalam kategori kontrak kritis. Kalau dia dibawah 10 persen masih merupakan teguran biasa, dan belum masih dalam wilayah kontrak kritis," ujarnya.

Anton berharap, agar PT Gabriel Gabriela Jaya sebagai kontraktor pelaksana dapat segera menambah armada dan tenaga, sehingga dapat mengejar ketertinggalan pelaksanaan fisik proyek tersebut. (*)

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved