Berita Kabupaten Malaka

Bupati Malaka Tegaskan Kades Jangan Asal Bangun Jalan

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran menegaskan kepada para kepala desa agar penggunaan dana desa tidak sekedar membangun jalan.

POS KUPANG/TENY JENAHAS
Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran disambut secara adat saat mengikuti kegiatan Bursa Inovasi Desa dan Rapat Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa ke II tingkat Kabupaten Malaka di Glori Hall Betun, Kamis (8/11/2018). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM| BETUN---Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran menegaskan kepada para kepala desa agar penggunaan dana desa tidak sekedar membangun jalan. Pembangunan infrastruktur seperti jalan harus dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum agar infrastruktur yang dikerjakan itu tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Malaka dalam sambutannya saat kegiatan Bursa Inovasi Desa dan Rapat Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa ke II tingkat Kabupaten Malaka di Glori Hall Betun, Kamis (8/11/2018).

Baca: Intip! Deretan Potret Cantik Istri Rudy Salim sang Pengusaha Supercar Berusia Muda

Menurut Bupati Stefanus Bria Seran, kepala desa tidak sekedar membangun jalan tetapi harus sesuai kebutuhan masyarakat desa. Pembangunan infrastruktur seperti jalan mesti dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU).

"Kepala desa jangan asal bangun jalan. Liat pasir dan batu di situ kamu bangun jalan. Jalan yang tidak tahu kemana arahnya dibangun. Biar dipadang juga bangun," tegas Bupati Strfsnus Bria Seran.

Terkait dengan penggunaan dana desa yang terkadang tidak sesuai kebutuhan masyarakat, Bupati berjanji akan melakukan kross cek langsung ke setiap desa. Jika sebelumnya, Bupati hanya menggambil secara acak, namun untuk tahun 2019 akan dicek ke setiap desa di Malaka.

Bupati meminta Dinas PMD Kabupaten Malaka untuk melakukan pengawasan lebih ketat lagi soal perencanaan pembangunan infrastruktur di desa.

Diharapkan PMD mengarahkan para kepala desa untuk merencanakan pembangunan yang benar-benar masyarakat butuhkan seperti bangun bak penampung air sehingga saat musim kemarau, mobil tangki yang mendistribusikan air ke desa ditampung dalam bak umum.

Selain Dinas PMD, Bupati juga menegaskan kepada inspektorat untuk melakukan pengawasan. Apabila ditemukan indikasi segera ditangani.

"Sepertinya harus penjara dulu supaya ada efek jerah. Dulu kurang tegas, sekarang harus tegas. Ini juga bagian dari inovasi," kata Bupati Stef sambil tersenyum. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved