Berita Kabupaten Ngada Terkini

Enjelina Histeris Saat Rumah Saudara Kandungnya Dieksekusi

Enjelina Wangge tak kuasa menahan tangis saat rumah milik saudara kandungnya, Martinus Mau (56) dieksekusi oleh pihak Pengadilan Negeri Bajawa.

Enjelina Histeris Saat Rumah Saudara Kandungnya Dieksekusi
POS-KUPANG.COM/Gordi Donofan
Enjelina Wangge saudari kandung Martinus Mau (56) tergugat tampak mengusap air mata saat rumah milik saudaranya dieksekusi oleh Juru Sita Pengadilan Negeri Bajawa di Kelurahan Mbay I Kabupaten Nagekeo, Rabu (7/11/2018). 

Berdiri tepat dibagian depan rumah milik saudara kandungnya itu, Enjelina terus mengusap air mata yang terus mengalir dari kedua bola matanya.

Ia juga terdengar mengeluarkan kata-kata meminta agar rumah milik saudaranya itu tidak dieksekusi.

"Aduh..tolong saya. Kami butuh keadilan," ujar Enjelina berulang kali.

Sementara Panitera Pengadilan Negeri Bajawa, Markus Meko, sebelum mengeksekusi rumah milik Martinus Mau itu mengatakan, terkait komunikasi dan mediasi antara penggugat dan tergugat tidak ada lagi.

Kedatangan pihak Pengadilan Negeri Bajawa yang dikawal oleh Anggota Kepolisian Polres Ngada untuk melaksanakan eksekusi merupakan keputusan pengadilan dan perintah Undang-Undang.

"Hari ini tidak ada lagi komunikasi dan konsultasi. Komunikasi sudah dilakukan. Sampai disini kami tidak ada cerita komunikasi. Kami juru sita mengeksekusi dan hari ini kami datang eksekusi," ujarnya, sebelum membaca keputusan kasasi yang dimenang oleh pihak tergugat Mahmud Ngarong dan Yakobus Ngarong.

Sementara anak sulung dari Martinus Mau, Maria Elisabet Ngasi (23), kepada POS- KUPANG.COM, mengatakan, keluarga sangat sedih apalagi saat ini mama kandung dari Elisabet Ngasi (Mena) sedang sakit.

Elsa mengaku mamanya saat ini sedang nginap dirumah tetangga karena rumah milik mereka akan dieksekusi oleh juru sita Pengadilan Negeri Bajawa.

"Mama sedang sakit saat ini. Memang mama sakit sejak tahun 2014, mama sakit stroke ringan. Mama sedang sakit dan mama tau hari ini ada eksekusi rumah. Mama menangis saja. Mama sementara nginap di rumah keluarga dirumah bapa Kasto," ujar Elsa.

Elsa mengaku keluarga belum menerima lahan dan rumah mereka dieksekusi. Tapi mau bagaimana lagi. Rumah dan tanaman didalam kompleks rumah sudah diratakan menggunakan alat berat.

Informasi yang dihimpun POS- KUPANG.COM, menyebutkan, penggugat atas tanah yang terletak di lingkungan Ameaba RT 15 Kelurahan Mbay I itu adalah Mahmud Ngarong dan Yakobus Ngarong. (*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved