Berita Rekrutmen CPNS 2018

Jumlah CPNS yang Lulus Hanya Sedikit, Bupati Malaka Surati Menpan RB

Pemerintah Kabupaten Malaka menyurati pemerintah pusat melalui Menpan RB terkait hasil ujian CPNS tahun 2018 di Kabupaten Malaka.

Jumlah CPNS yang Lulus Hanya Sedikit, Bupati Malaka Surati Menpan RB
POS-KUPANG.COM/Teni Jenahas
Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran, seusai memberi arahan kepada peserta CPNS sesi kelima sebelum ujian, di Kantor Bupati Malaka, Selasa (6/11/2018) sore. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM | BETUN - Pemerintah Kabupaten Malaka menyurati pemerintah pusat melalui Menpan RB terkait hasil ujian CPNS tahun 2018 di Kabupaten Malaka. Pasalnya, hasil ujian CPNS di Malaka lebih banyak yang tidak lulus ketimbang yang lulus.

Surat dari Pemerintah Kabupaten Malaka itu mempertanyakan dua hal pokok. Pertama, nilai passing grade yang ditentukan kurang pas dan kedua, soal-soal ujian yang diberikan tidak memperhatikan realita pendidikan di Indonesia.

Hal itu dikatakan Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran, kepada wartawan di Kantor Bupati Malaka, Selasa (6/11/2018) sore.

Baca: Ada Kabar Gandeng Hotman Paris, Ini Penjelasan Tim Prabowo-Sandiaga

Menurut Bupati Stef, setelah mempelajari hasil ujian selama tiga hari di Malaka, dirinya sebagai bupati mempertanyakan dua hal kepada pemerintah pusat yakni, pertama, nilai passing grade yang ditetapkan kurang pas dan kedua soal-soal yang diberikan tidak memperhatikan realita pendidikan di Indoensia.

Semestinya, indikator yang diberikan tidak bisa sama karena input pendidikan dan proses pendidikan di daerah-daerah di Indonesia tidak sama.

Baca: Ini Syarat dari Anies untuk Cawagub DKI yang Baru

Menurut Bupati Stef, peserta tes CPNS di Malaka adalah lulusan sarjana dari perguruan tinggi yang terakreditasi. Tetapi banyak peserta tidak lulus passing grade. Hal ini menjadi pertanyaan besar.

"Yang ikut tes ini sarjana dari perguruan tinggi terakreditasi. Bagimana passing gradenya tidak lulus. Ini pertanyaan besar. Siapa yang harus bertanggungjawab. Ini perlu diskusikan dengan baik dan jangan korbankan anak-anak," tegas Bupati Stef.

Bupati Stef juga mengatakan, pemerintah pusat jangan bersandiwara dengan memberikan quota 500 orang bagi Pemda Malaka namun tidak terserap dengan alasan tidak memenuhi passing grade.

"Saya harap jangan bersandiwara. Jangan mengalokasikan 500 formasi untuk anak-anak di Malaka ternyata tidak terserap dengan alasan tidak penuhi passing grade. Urus negara harus serius karena kita mengurus para pewaris bangsa ini," tegas Bupati Stef. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved